Dana Rp200 Triliun Belum Cukup, Sektor Riil Harus Dibenahi

Senin, 15 September 2025 - 23:00 WIB
loading...
A A A
Stagnasi sektor riil membuat efek domino yang panjang. Lapangan kerja baru minim tercipta, tingkat pengangguran sulit ditekan, dan daya beli masyarakat melemah. Padahal, konsumsi rumah tangga selama ini menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi nasional. "Kalau konsumsi tidak bergerak, pertumbuhan hanya jalan di tempat," tegas Eko.

Ia menilai pemerintah harus melakukan reformasi struktural agar penempatan dana benar-benar berujung pada perbaikan nyata. Deregulasi aturan usaha, penurunan biaya kredit, hingga pemberantasan praktik premanisme dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat. Akses pasar juga harus diperluas agar dunia usaha memiliki kepastian penjualan.

Bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian, Eko menyarankan dukungan lebih konkret. Selain pembiayaan murah, pelatihan keterampilan dan pendampingan bisnis perlu digencarkan. Dengan begitu, dana perbankan tidak hanya berhenti pada angka, tapi benar-benar mengalir menjadi modal kerja produktif.

Kebijakan fiskal pun dituntut lebih tajam. Belanja negara sebaiknya diarahkan pada program produktif seperti pembangunan infrastruktur digital, irigasi, jalan, logistik, hingga sektor pangan dan energi. "APBN harus digunakan secara efisien, jangan untuk hal-hal yang tidak esensial. Dana transfer ke daerah juga jangan dipangkas karena kontribusi pemerintah daerah sangat penting," kata Eko.

Risiko besar mengintai jika Rp200 triliun hanya berputar di sistem perbankan tanpa tersalur ke dunia usaha. Dana bisa mengendap sebagai "dana menganggur" yang tak memberi multiplier effect. Bank juga berpotensi kesulitan mencari debitur layak, sementara pelaku usaha terhalang hambatan struktural yang belum terselesaikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Rekomendasi
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved