Bisnis Perempuan Rambah Kuliner hingga Konveksi

Sabtu, 12 September 2020 - 10:02 WIB
loading...
Bisnis Perempuan Rambah...
Wirausaha yang dilakukan perempuan tidak jauh berbeda dari kehidupan mereka sehari-hari. Bahkan, sebagian besar masuk dalam ranah mereka sebagai ibu rumah tangga. Foto: dok/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Wirausaha yang dilakukan perempuan tidak jauh berbeda dari kehidupan mereka sehari-hari. Bahkan, sebagian besar masuk dalam ranah mereka sebagai ibu rumah tangga.

Deputi Direktur Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) Mohamad Firdaus mengatakan, kuliner masih mendominasi jenis usaha yang dilakukan perempuan. Menurut dia, perempuan Indonesia pandai memanfaatkan keragaman kuliner Tanah Air sesuai pengalaman mereka menyediakan makanan bagi keluarganya.

Sementara jenis usaha lain yang banyak ditangani kaum perempuan adalah batik, tenun, hingga kerajinan tangan yang memanfaatkan berbagai jenis bahan ataupun barang daur ulang. (Baca: Sektor Transportasi Darat Masih Meraba PSBB Total ala Gubernur Anies)

Untuk tenun bagi beberapa wilayah Indonesia timur menjadi khas perempuan dan bagian dari tradisi. Kain tenun atau produk tradisional dari setiap daerah punya corak masing masing. Sebanyak 90% yang menenun itu perempuan, sementara kaum pria terlibat saat pemasaran.

"Kalau di daerah timur, tenun itu menjadi prasyarat menjadi perempuan. Di samping itu, menenun bisa dilakukan di rumah. Sambil mengurus anak, juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tapi itu bukan menjadi stigma bahwa perempuan harus bisa menenun hanya sebagai tradisi saja,” jelas Firdaus.

Ketelatenan dari seorang perempuan juga dibutuhkan dalam pembuatan kain tenun. Sementara dalam urusan menjahit, usaha ini juga yang sering dipilih para perempuan. Konveksi tersebut bisa dilakukan baik sebagai home base industry maupun menjahit baju sesuai permintaan.

Firdaus mengungkapkan, di Jawa Tengah banyak home base industry. Mereka dapat banyak orderan yanng sebenarnya berasal dari pabrik, tapi dikerjakan di rumah.

"Kalau seperti ini sebenarnya kasihan karena dia tidak dapat asuransi juga biaya listrik ditanggung sendiri. Layaknya buruh pabrik, tapi dikerjakan di rumah," ujarnya.

Permasalahan para pelaku UKM perempuan juga sama dengan laki-laki, yakni terkadang terkendala permodalan serta perizinan. Namun di luar usahanya, perempuan masih harus membagi tenaganya untuk mengurus rumah tangga. (Baca juga: Mahfud MD Kembali Tegaskan Pemerintah Tak Akan Menunda Pilkada 2020)

Firdaus menambahkan, terlebih jika suami tidak memiliki perspektif gender. Dalam pendampingan ASPPUK kerap menyentuh sisi gender, harus ada pendampingan tugas di rumah tangga.

"Kalaupun suami tidak bekerja, bisa berbagi tugas rumah tangga. Biarkan perempuan fokus bekerja dalam konteks pengembangan ekonomi," tambahnya.

Ini dilakukan agar tidak memperberat beban perempuan. Jika perempuan mengerjakan banyak hal, kendalanya nanti pada kesehatan fisiknya. Terlebih dalam kondisi hamil, tentu bisa membahayakan ibu dan janinnya.

"Untuk tenun kami sudah mencoba perempuan yang sedang hamil. Kami sarankan untuk tidak menenun dulu, tapi untuk membuat ornamen lain selain menenun. Misal membuat pernak pernik atau renda. Biarkan yang menenun itu orang lain atau suaminya," jelas Firdaus.

ASPPUK mendampingi para perempuan sebagai pemilik usaha beserta rantai usaha mereka atau yang mendukung pekerjaan mereka selama ini. Seperti turut menemukan bahan baku yang lebih murah juga dalam rumah tangga mereka. Selain itu, juga bagaimana relasi dia dan suami harus setara. (Baca juga: WHO Peringatkan Dunia Lebih Siap untuk Pandemi Berikutnya)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Rekomendasi
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved