Bisnis Perempuan Rambah Kuliner hingga Konveksi

Sabtu, 12 September 2020 - 10:02 WIB
loading...
A A A
Menurut Dea, perempuan maupun laki-laki bisa saja menjadi florist. Namun menurut dia, biasanya klien itu perempuan sehingga lebih cocok jika florist itu seorang perempuan. Terpenting harus suka dengan bunga, tanaman, dan kemudian dapat mempelajari jenis-jenis bunga.

"Sambil belajar sambil usahanya jalan juga. Karena banyak sekali jenis bunga, mulai yang lokal sampai yang impor seperti apa, juga karakteristiknya," tambah Dea. (Baca juga: Kisah Mengharukan Ayah dan Anak Berebut Jihad di Perang Badar)

Memadupadankan warna-warna bunga juga harus terus dilatih agar rangkaian yang dibuat semakin cantik. Ketika memutuskan menjadi florist juga harus segera menentukan gaya.

"Ada yang dried flower atau bunga kering, lalu buket bunga Korean style. Ada juga yang memilih fokus ke bunga vas atau untuk dekorasi saja. Rajin ikutan workshop merangkai bunga supaya lebih punya banyak ilmu. Semua profesi memiliki ilmu dan kita harus terus belajar," pungkasnya.

Menjadi florist membuat Dea semakin paham menjadi seorang entrepreneur. Tidak goyah dan pesimistis saat tidak ada pesanan dan melakukan yang terbaik saat ada pesanan pada momen tertentu.

"Buat promo atau bikin edisi rangkaian bunga khusus yang menarik perhatian orang. Apalagi kalau lagi wisuda itu momen besar untuk terima pesanan bunga sebanyak-banyaknya," tambahnya. (Baca juga: Bantuan Paket Kuota Minggu Depan Dikirim)

Pelaku usaha kecil juga tidak harus memproduksi sendiri. Bisa jadi hanya sebatas ide untuk dibuat orang lain. Seperti Yulis Lisnawati pemilik Rumah Attaqy yang menyediakan kebutuhan pakaian muslimah dan anak. Mengetahui apa yang dibutuhkan seorang muslimah untuk aktivitas sehari-harinya, Yulis memproduksi kerudung seperti yang biasa dia gunakan.

"Saya tahu bahan yang nyaman dan apa yang sedang tren, saya belanja kain sendiri lalu ke penjahit untuk dibuatkan. Kerudung velvet dan monokrom yang saya produksi tembus terjual 1.000 dalam satu bulan," cerita Yulis saat 2015 masih dengan brand awal Hijab Attaqy.

Tidak hanya kerudung, Yulis juga paham yang dibutuhkan muslimah, yakni manset tangan. Berdasarkan manset yang dimilikinya, dia pun meminta penjahitnya untuk membuat manset dengan berbagi warna. Manset ini pun luar biasa dalam 6 bulan sebanyak 10.000 manset diproduksi dan habis terjual.

Impiannya ingin dapat memproduksi semua kebutuhan muslimah, namun keterbatasan modal membuatnya hanya mampu menjadi agen berbagai brand baju muslimah dewasa dan anak-anak yang dipasarkan melalui online. Meskipun begitu, kini Yulis memiliki 6 admin online yang tersebar hingga Pulau Kalimantan dengan hampir 300 lebih reseller di seluruh Indonesia. (Lihat videonya: Razia Masker, Banyak Pengendara Motor Nekat Kabur)

Mereka hanya mengandalkan gawai dan kuota untuk berjualan online. Mayoritas mereka adalah ibu rumah tangga yang ingin mencari uang tambahan. Yulis juga merupakan seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak yang ingin tetap berdaya.

Dia pun kerap berbagi ilmu berjualan online di media sosial dengan para reseller-nya. Impian besarnya mungkin belum terwujud, namun kini Yulis sudah menjadi perpanjangan tangan dalam mencari rezeki bagi ibu rumah tangga lainnya. (Ananda Nararya)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Sakola Ngawarung Dorong...
Sakola Ngawarung Dorong Warung Kelontong dan UMKM Garut Naik Kelas
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Rekomendasi
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved