AXA Mandiri Kelola Lebih Rp15 Triliun Dana Pensiun di Semester I-2025
Selasa, 16 September 2025 - 21:07 WIB
loading...
DPLK AXA Mandiri menggelar literasi keuangan dan client gathering di Surabaya, Jawa Timur. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT AXA Mandiri Financial Services mencatatkan pengelolaan dana pensiun lebih dari Rp15 triliun hingga semester I-2025. Jumlah itu seiring dengan meningkatnya partisipasi perusahaan peserta program, yang kini mencapai 526 perusahaan atau tumbuh 10 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 476 perusahaan.
Direktur DPLK AXA Mandiri Uke Giri Utama mengatakan, capaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memberikan manfaat perlindungan jangka panjang bagi pekerja. "Dengan pencapaian finansial yang positif, DPLK AXA Mandiri mampu memberikan manfaat lebih besar dan melindungi lebih banyak pekerja. Kesadaran perencanaan masa pensiun perlu dibangun bersama oleh pemberi kerja dan karyawan," ujarnya dalam pernyataannya, Selasa (16/9).
Baca Juga: Axa Mandiri Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp6,6 Triliun hingga Akhir Kuartal III-2024
Hingga saat ini, total pekerja yang terlindungi melalui DPLK AXA Mandiri tercatat lebih dari 200 ribu orang. Uke menegaskan, semakin banyak perusahaan yang bergabung, semakin kuat pula fondasi perlindungan bagi kesejahteraan karyawan di masa pensiun.
DPLK AXA Mandiri menyediakan beragam layanan, di antaranya Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) individu, PPIP kelompok, hingga Dana Kompensasi Pascakerja (DKP). Program ini dirancang untuk membantu perusahaan mempersiapkan kewajiban sekaligus mendukung karyawan merencanakan masa depan finansialnya.
Selain itu, pengelolaan investasi dana pensiun juga disediakan dalam delapan pilihan, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, pasar uang syariah, pendapatan tetap syariah, hingga instrumen saham serta kombinasi investasi. Dengan demikian, peserta dapat menyesuaikan portofolio sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: Dilema Usia Pensiun 59 Tahun: Harapan Baru atau Beban bagi Masyarakat?
Sebagai bentuk edukasi, DPLK AXA Mandiri menggelar literasi keuangan dan client gathering di Surabaya, Jawa Timur. Acara bertema "Liabilities Akuntansi Menjadi Aset Produktif Melalui Dana Pensiun" ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
DPLK AXA Mandiri dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan secara simbolis bukti kepesertaan PPIP kepada Pakuwon Group, Japfa Group, PT Ben Santosa, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Serah terima ini menandai komitmen perusahaan dalam mendukung dunia usaha mempersiapkan dana pensiun yang berkelanjutan bagi karyawannya.
Direktur DPLK AXA Mandiri Uke Giri Utama mengatakan, capaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memberikan manfaat perlindungan jangka panjang bagi pekerja. "Dengan pencapaian finansial yang positif, DPLK AXA Mandiri mampu memberikan manfaat lebih besar dan melindungi lebih banyak pekerja. Kesadaran perencanaan masa pensiun perlu dibangun bersama oleh pemberi kerja dan karyawan," ujarnya dalam pernyataannya, Selasa (16/9).
Baca Juga: Axa Mandiri Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp6,6 Triliun hingga Akhir Kuartal III-2024
Hingga saat ini, total pekerja yang terlindungi melalui DPLK AXA Mandiri tercatat lebih dari 200 ribu orang. Uke menegaskan, semakin banyak perusahaan yang bergabung, semakin kuat pula fondasi perlindungan bagi kesejahteraan karyawan di masa pensiun.
DPLK AXA Mandiri menyediakan beragam layanan, di antaranya Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) individu, PPIP kelompok, hingga Dana Kompensasi Pascakerja (DKP). Program ini dirancang untuk membantu perusahaan mempersiapkan kewajiban sekaligus mendukung karyawan merencanakan masa depan finansialnya.
Selain itu, pengelolaan investasi dana pensiun juga disediakan dalam delapan pilihan, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, pasar uang syariah, pendapatan tetap syariah, hingga instrumen saham serta kombinasi investasi. Dengan demikian, peserta dapat menyesuaikan portofolio sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: Dilema Usia Pensiun 59 Tahun: Harapan Baru atau Beban bagi Masyarakat?
Sebagai bentuk edukasi, DPLK AXA Mandiri menggelar literasi keuangan dan client gathering di Surabaya, Jawa Timur. Acara bertema "Liabilities Akuntansi Menjadi Aset Produktif Melalui Dana Pensiun" ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
DPLK AXA Mandiri dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan secara simbolis bukti kepesertaan PPIP kepada Pakuwon Group, Japfa Group, PT Ben Santosa, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Serah terima ini menandai komitmen perusahaan dalam mendukung dunia usaha mempersiapkan dana pensiun yang berkelanjutan bagi karyawannya.
(nng)
Lihat Juga :