Saham DADA Berpeluang Tembus Rp230.000, Didorong Kabar Mega Akuisisi Vanguard
Rabu, 17 September 2025 - 16:09 WIB
loading...
Saham PT. Dada Indonesia Tbk (DADA) terus menjadi sorotan utama pasar modal nasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Saham PT. Dada Indonesia Tbk (DADA) terus menjadi sorotan utama pasar modal nasional. Sentimen positif ini didorong oleh rumor kuat mengenai rencana aksi korporasi kelas dunia yang melibatkan dua raksasa properti asal Jepang, Mitsubishi Estate Co., Ltd. dan Kajima Corporation, yang disebut-sebut akan melakukan backdoor listing melalui emiten tersebut.
Tingkat skenario ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan kasus backdoor listing biasa. Hal ini karena Mitsubishi Estate dan Kajima merupakan perusahaan terbuka (Tbk) dengan kapitalisasi pasar ratusan triliun rupiah, sehingga berpotensi membawa dampak signifikan bagi wajah pasar modal Indonesia.
Yang menarik perhatian analis adalah keterlibatan tidak langsung The Vanguard Group, raksasa manajer aset global asal Amerika Serikat dengan aset kelolaan mencapai USD 10,2 triliun. Vanguard diketahui secara konsisten menjadi pemegang saham utama di kedua emiten Jepang tersebut.
Baca Juga: Saham DADA Melonjak 100% Lebih, Pasar Prediksi Masuknya Investor Global
Vanguard dikenal dengan reputasinya yang solid. Lembaga keuangan yang didirikan lebih dari 50 tahun lalu ini memiliki struktur unik karena dimiliki oleh dana-dana kelolaannya sendiri, sehingga selalu menempatkan kepentingan investor sebagai prioritas. Kriteria investasinya sangat ketat, hanya masuk ke emiten dengan free float minimal 50% dan kapitalisasi pasar minimal USD 100 miliar.
Jika skenario ini benar dan Vanguard hadir melalui mitranya di Asia, yang terjadi bukan sekadar backdoor listing, melainkan sebuah skenario mega akuisisi. Beberapa langkah korporasi yang telah dilakukan oleh pengendali DADA sejauh ini dinilai sejalan dengan menyiapkan skenario besar.
Langkah-langkah tersebut mencakup pembagian dividen perdana sejak IPO, upaya keluar dari papan pemantauan khusus, dan kewajiban pengendali untuk melepas saham ke publik guna meningkatkan free float.
Aksi pelepasan saham oleh pengendali, yang sering ditafsirkan negatif, justru terbukti berhasil meningkatkan likuiditas dan nilai saham. Saat saham dilepas di sekitar harga Rp11, DADA justru mengalami rally dan melonjak lebih dari 700%, mengindikasikan kepercayaan pasar yang kuat.
Secara valuasi, potensi DADA sangat besar. Sebagai pembanding, harga saham Mitsubishi Estate di Bursa Tokyo setara dengan Rp348.000-Rp352.000 per lembar, sementara Kajima Corporation setara dengan Rp472.000-Rp481.000 per lembar.
Baca Juga: IHSG Sesi Siang Dekati Level 8.000, Deretan Saham Ini Masuk Top Gainers
Dengan kriteria minimal kapitalisasi pasar Vanguard sebesar USD 100 miliar dan jumlah saham beredar DADA sebanyak 7,4 miliar lembar, valuasi teoritis saham DADA dapat mencapai Rp230.000 per lembar (asumsi kurs Rp16.500 per USD).
Meski angka tersebut terkesan fantastis, pola serupa telah terbukti pada investasi Vanguard di perusahaan global seperti Microsoft dan Apple, di mana kepemilikan founder berkurang, likuiditas meningkat, dan pertumbuhan konsisten terjadi.
Menyikapi rumor ini, para analis mengingatkan prinsip "buy on rumour, sell on news". Jika rumor akuisisi oleh entitas global ini terbukti benar, DADA berpotensi menjadi salah satu kisah sukses terbesar di pasar modal Indonesia dalam dekade ini. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan selanjutnya dengan saksama.
Tingkat skenario ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan kasus backdoor listing biasa. Hal ini karena Mitsubishi Estate dan Kajima merupakan perusahaan terbuka (Tbk) dengan kapitalisasi pasar ratusan triliun rupiah, sehingga berpotensi membawa dampak signifikan bagi wajah pasar modal Indonesia.
Yang menarik perhatian analis adalah keterlibatan tidak langsung The Vanguard Group, raksasa manajer aset global asal Amerika Serikat dengan aset kelolaan mencapai USD 10,2 triliun. Vanguard diketahui secara konsisten menjadi pemegang saham utama di kedua emiten Jepang tersebut.
Baca Juga: Saham DADA Melonjak 100% Lebih, Pasar Prediksi Masuknya Investor Global
Vanguard dikenal dengan reputasinya yang solid. Lembaga keuangan yang didirikan lebih dari 50 tahun lalu ini memiliki struktur unik karena dimiliki oleh dana-dana kelolaannya sendiri, sehingga selalu menempatkan kepentingan investor sebagai prioritas. Kriteria investasinya sangat ketat, hanya masuk ke emiten dengan free float minimal 50% dan kapitalisasi pasar minimal USD 100 miliar.
Jika skenario ini benar dan Vanguard hadir melalui mitranya di Asia, yang terjadi bukan sekadar backdoor listing, melainkan sebuah skenario mega akuisisi. Beberapa langkah korporasi yang telah dilakukan oleh pengendali DADA sejauh ini dinilai sejalan dengan menyiapkan skenario besar.
Langkah-langkah tersebut mencakup pembagian dividen perdana sejak IPO, upaya keluar dari papan pemantauan khusus, dan kewajiban pengendali untuk melepas saham ke publik guna meningkatkan free float.
Aksi pelepasan saham oleh pengendali, yang sering ditafsirkan negatif, justru terbukti berhasil meningkatkan likuiditas dan nilai saham. Saat saham dilepas di sekitar harga Rp11, DADA justru mengalami rally dan melonjak lebih dari 700%, mengindikasikan kepercayaan pasar yang kuat.
Secara valuasi, potensi DADA sangat besar. Sebagai pembanding, harga saham Mitsubishi Estate di Bursa Tokyo setara dengan Rp348.000-Rp352.000 per lembar, sementara Kajima Corporation setara dengan Rp472.000-Rp481.000 per lembar.
Baca Juga: IHSG Sesi Siang Dekati Level 8.000, Deretan Saham Ini Masuk Top Gainers
Dengan kriteria minimal kapitalisasi pasar Vanguard sebesar USD 100 miliar dan jumlah saham beredar DADA sebanyak 7,4 miliar lembar, valuasi teoritis saham DADA dapat mencapai Rp230.000 per lembar (asumsi kurs Rp16.500 per USD).
Meski angka tersebut terkesan fantastis, pola serupa telah terbukti pada investasi Vanguard di perusahaan global seperti Microsoft dan Apple, di mana kepemilikan founder berkurang, likuiditas meningkat, dan pertumbuhan konsisten terjadi.
Menyikapi rumor ini, para analis mengingatkan prinsip "buy on rumour, sell on news". Jika rumor akuisisi oleh entitas global ini terbukti benar, DADA berpotensi menjadi salah satu kisah sukses terbesar di pasar modal Indonesia dalam dekade ini. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan selanjutnya dengan saksama.
(nng)
Lihat Juga :