Investasi Minim, Kebijakan Migas Belum Menarik bagi Investor

Kamis, 18 September 2025 - 22:58 WIB
loading...
Investasi Minim, Kebijakan...
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro (tiga kanan) dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower Jakarta, Kamis (18/9). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyoroti tantangan besar dalam upaya menambah cadangan dan meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) di Indonesia. Menurutnya, hambatan utama adalah minimnya investasi eksplorasi, yang disebabkan oleh tingginya risiko kegagalan pengeboran yang harus ditanggung sepenuhnya oleh investor.

Komaidi mengungkapkan, berdasarkan data rata-rata beberapa tahun terakhir, porsi investasi untuk kegiatan eksplorasi hanya berkisar 6-9 persen dari total investasi hulu migas nasional. Angka ini dinilai sangat jauh di bawah negara tetangga, Malaysia, di mana investasi eksplorasi dapat mencapai 20-28 persen dari total.

"Problemnya ada di investasi eksplorasi kita yang sangat terbatas. Kenapa terbatas? Karena risikonya cukup besar di sana," ujar Komaidi dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower Jakarta, Kamis (18/9).

Baca Juga: Krisis Pasokan Energi Ancam Asia Pasifik, Indonesia Perlu Antisipasi

Ia menjelaskan salah satu faktor penghambat utama adalah sistem production sharing contract (PSC) yang berlaku di Indonesia. Dalam sistem ini, jika investasi eksplorasi tidak menghasilkan temuan cadangan baru, seluruh kerugian menjadi tanggungan pihak investor, bukan negara.

Komaidi menambahkan, problem ini semakin diperparah dengan kondisi badan usaha milik negara (BUMN) yang ditugaskan dalam kegiatan eksplorasi. "Problemnya, sebagian besar tugas ini sudah melekat di Pertamina atau BUMN. BUMN itu, kalau sampai gagal, itu termasuk merugikan negara. Kalau merugikan negara, pakai rompi kuning (korupsi)," tambahnya.

Baca Juga: DPR Ungkap Nasib Revisi UU Migas, Tinggal Tunggu Persetujuan Pemerintah

Menurutnya, dalam bisnis hulu migas, keberanian mengambil risiko adalah kunci untuk menambah cadangan dan meningkatkan produksi. Namun, minimnya eksplorasi dalam beberapa tahun terakhir berimbas langsung pada lambatnya pertumbuhan cadangan migas di Indonesia.

"Ketika tidak berani mengambil risiko, maka tidak akan berjalan ke mana-mana. Jadi wajar jika cadangan dan produksi tidak bertambah karena eksplorasinya pun tidak bertambah," pungkas Komaidi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan SKK Migas Taken MoU Optimalkan Produk Lokal Sektor Hulu Migas
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved