Kurangi Pengaruh Dolar AS, India Ajak Negara BRICS Adopsi Sistem Pembayaran UPI

Kamis, 25 September 2025 - 07:34 WIB
loading...
Kurangi Pengaruh Dolar...
Perdana Menteri India Narendra Modi mengajak negara-negara anggota BRICS untuk mengadopsi sistem pembayaran UPI. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri India Narendra Modi mengajak negara-negara anggota BRICS untuk mengadopsi sistem pembayaran Unified Payments Interface (UPI) sebagai alternatif transaksi lintas negara. UPI disebut sebagai salah satu metode pembayaran paling sukses dengan keunggulan transaksi cepat dan efisien. Uni Emirat Arab (UEA), yang juga anggota BRICS, telah lebih dulu menggunakan sistem ini.

Baca Juga: Bank BRICS Setujui 120 Proyek Senilai Rp666 Triliun, Mayoritas dalam Mata Uang Lokal

Selain itu, Maladewa, Bhutan, Nepal, Singapura, dan Sri Lanka turut memanfaatkan UPI, dengan lebih dari 40–50 persen transaksi kini berlangsung daring. Penerapan UPI di BRICS dinilai dapat memperkuat kemandirian finansial negara berkembang dari dominasi sistem Barat.

"India kini memiliki salah satu sistem pembayaran elektronik terbaik, dan mulai memperluasnya ke negara tetangga. Ini akan menjadi alternatif jika terputus dari sistem Barat," kata Profesor Matteo Maggiori dari Universitas Stanford, dikutip Economic Times, Kamis (25/9).

Baca Juga: Kremlin Jawab Hinaan Trump: Rusia Beruang Sungguhan, Bukan Macan Kertas!

Selain India, China juga tengah menyiapkan sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi serupa. Kedua negara mendorong terciptanya mekanisme keuangan alternatif yang memberi ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang, sekaligus mengurangi pengaruh Amerika Serikat dan Barat dalam sistem global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Rekomendasi
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved