Bappenas Dorong Daerah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Jum'at, 26 September 2025 - 21:48 WIB
loading...
Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Wedar Haryagung Adji. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mendorong pemerintah daerah meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal melalui perencanaan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon. Upaya ini dipandang penting agar daerah mampu menyiapkan strategi jangka panjang yang berdaya saing sekaligus ramah lingkungan.
Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Wedar Haryagung Adji, menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus menjadi roh dalam seluruh sektor pembangunan. Menurut dia, pandemi COVID-19 telah membuktikan ketangguhan sektor pangan dibanding industri ekstraktif. Karena itu, ia menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pangan sebagai prioritas dalam dokumen perencanaan daerah.
"Meski transisi hijau memerlukan investasi, terdapat banyak skema pendanaan yang dapat diakses daerah. Jika diterapkan secara luas, langkah ini akan membuka peluang besar bagi penguatan bioekonomi Indonesia," ujar Wedar dalam acara Strategi Inovasi Perencanaan Pembangunan (SIPP) 2025 di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Bappenas-GoVirtual Pacu Percepatan Transformasi Digital Daerah
Ia menambahkan, perencanaan berbasis ekonomi hijau akan memperkuat daya saing daerah sekaligus melindungi ekosistem penting. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap muncul model-model pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan.
Beberapa daerah mulai menunjukkan inisiatif. Kabupaten Trenggalek, misalnya, menyiapkan strategi menuju net zero carbon, sementara Kabupaten Bangka Tengah mendorong program pascatambang dengan mengalihkan perekonomian ke sektor pertanian berkelanjutan.
"Bangka Tengah tidak boleh lagi bergantung pada tambang. Kami memperkuat komoditas kelapa, kopi, kakao, dan perikanan," kata Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, Joko Triadhi.
Baca Juga: Indonesia Luncurkan Ocean Centre, Bangun Ekonomi Biru yang Aman dan Berkelanjutan
Langkah serupa juga terlihat di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Bogor yang menonjol dalam menginisiasi strategi perencanaan hijau. Kabupaten Musi Rawas Utara dan Wonosobo dinilai berhasil menghadirkan inovasi, sementara Kabupaten Gowa dan Sintang diapresiasi atas konsistensi dalam mengalokasikan anggaran untuk mendukung strategi ramah lingkungan.
Ketua Dewan Pengurus Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Gita Syahrani, menilai bahwa upaya daerah ini bukan sekadar simbolis. Ia menekankan pentingnya melihat pembangunan rendah karbon sebagai peluang strategis. "Rantai nilai bioekonomi yang bertanggung jawab dapat menciptakan nilai tambah, lapangan kerja lokal, dan mengurangi risiko fiskal dari bencana," ujarnya.
Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Wedar Haryagung Adji, menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus menjadi roh dalam seluruh sektor pembangunan. Menurut dia, pandemi COVID-19 telah membuktikan ketangguhan sektor pangan dibanding industri ekstraktif. Karena itu, ia menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pangan sebagai prioritas dalam dokumen perencanaan daerah.
"Meski transisi hijau memerlukan investasi, terdapat banyak skema pendanaan yang dapat diakses daerah. Jika diterapkan secara luas, langkah ini akan membuka peluang besar bagi penguatan bioekonomi Indonesia," ujar Wedar dalam acara Strategi Inovasi Perencanaan Pembangunan (SIPP) 2025 di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Bappenas-GoVirtual Pacu Percepatan Transformasi Digital Daerah
Ia menambahkan, perencanaan berbasis ekonomi hijau akan memperkuat daya saing daerah sekaligus melindungi ekosistem penting. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap muncul model-model pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan.
Beberapa daerah mulai menunjukkan inisiatif. Kabupaten Trenggalek, misalnya, menyiapkan strategi menuju net zero carbon, sementara Kabupaten Bangka Tengah mendorong program pascatambang dengan mengalihkan perekonomian ke sektor pertanian berkelanjutan.
"Bangka Tengah tidak boleh lagi bergantung pada tambang. Kami memperkuat komoditas kelapa, kopi, kakao, dan perikanan," kata Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, Joko Triadhi.
Baca Juga: Indonesia Luncurkan Ocean Centre, Bangun Ekonomi Biru yang Aman dan Berkelanjutan
Langkah serupa juga terlihat di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Bogor yang menonjol dalam menginisiasi strategi perencanaan hijau. Kabupaten Musi Rawas Utara dan Wonosobo dinilai berhasil menghadirkan inovasi, sementara Kabupaten Gowa dan Sintang diapresiasi atas konsistensi dalam mengalokasikan anggaran untuk mendukung strategi ramah lingkungan.
Ketua Dewan Pengurus Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Gita Syahrani, menilai bahwa upaya daerah ini bukan sekadar simbolis. Ia menekankan pentingnya melihat pembangunan rendah karbon sebagai peluang strategis. "Rantai nilai bioekonomi yang bertanggung jawab dapat menciptakan nilai tambah, lapangan kerja lokal, dan mengurangi risiko fiskal dari bencana," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :