Rupiah Diprediksi Makin Terpukul Pekan Depan, Bisa Tembus Rp16.800 per Dolar AS

Minggu, 28 September 2025 - 17:00 WIB
loading...
Rupiah Diprediksi Makin...
Nilai tukar Rupiah diprediksi mengalami pelemahan pekan depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah mengalami tekanan signifikan sepanjang pekan lalu ditutup melemah cukup dalam. Penurunan tersebut dipicu gabungan sentimen global yang tidak kondusif dan kekhawatiran akan prospek ekonomi domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (26/9), Rupiah hanya menguat tipis 0,07% ke level Rp16.738 per dolar AS. Namun, secara akumulatif mingguan, mata uang nasional tercatat melemah 0,82% dari posisi Rp16.601 pada pekan sebelumnya.

Indikator lain kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), bahkan menunjukkan pelemahan yang lebih dalam. Jisdor terdepresiasi 1,19% dalam sepekan, dari Rp16.578 menjadi Rp16.775 per dolar AS.

Baca Juga: Respons Purbaya Melihat Rupiah Ambruk Sentuh Rp16.700/USD: Minggu Depan Juga Udah Balik

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, melaporkan perkembangan terkini. Pada Kamis (25/9), Rupiah ditutup pada level Rp16.735 per dolar AS, diiringi kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun ke kisaran 6,40%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Rekomendasi
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Infografis
Harga Emas Dunia Diprediksi...
Harga Emas Dunia Diprediksi Akan Tembus USD2.000 per Troy Ounce
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved