Rupiah Diprediksi Makin Terpukul Pekan Depan, Bisa Tembus Rp16.800 per Dolar AS

Minggu, 28 September 2025 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Tekanan eksternal terlihat jelas dengan penguatan dolar AS yang berlanjut ke level 98,55, serta kenaikan yield US Treasury (UST) 10 tahun menjadi 4,170%. Pada Jumat pagi (26/9), Rupiah kembali dibuka melemah di level Rp16.750 per dolar AS.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," tegas Ramdan dalam pernyataan resminya.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan Rupiah didorong oleh faktor eksternal dan domestik. Secara global, ketidakpastian melonjak setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru, memicu aksi risk-off di pasar keuangan.

"Dukungan juga datang dari data ekonomi AS yang kuat, termasuk pertumbuhan PDB kuartal II yang lebih cepat dari perkiraan. Data ini, ditambah kekhawatiran inflasi stagnan dari The Fed, meningkatkan spekulasi suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama," jelas Ibrahim dalam risetnya dikutip Minggu (28/9).

Baca juga: Purbaya Tolak Tax Amnesty, Rupiah Bisa Terkapar Sampai Rp17.000
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Rekomendasi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
Harga Emas Dunia Diprediksi...
Harga Emas Dunia Diprediksi Akan Tembus USD2.000 per Troy Ounce
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved