Purbaya Buka Suara Soal Kursi Kosong Wamenkeu dan Badan Penerimaan Negara
Senin, 29 September 2025 - 10:55 WIB
loading...
Respons Menkeu Purbaya soal kosongnya kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) setelah Anggito Abimanyu resmi menjabat Ketua LPS dan terkait pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kini kosong setelah Anggito Abimanyu resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menanggapi kekosongan ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar tidak perlu ada penambahan pejabat baru.
Purbaya menyatakan akan mengambil alih tugas-tugas yang selama ini menjadi fokus Anggito, yaitu bidang penerimaan negara yang meliputi pajak dan bea cukai. "Pak Anggito pergi kan, mungkin wamen baru nggak ada kali ya? Saya akan ngusulin, saya saja yang megang dua-duanya," jelas Purbaya pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Purbaya Soal Siapa Pengganti Wamenkeu Anggito: Saya Aja Pegang Deh
Menurut Purbaya, struktur tanpa Wamenkeu baru tersebut akan mempermudah dan mempercepat penyelesaian masalah di sektor penerimaan. Sementara itu, Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono akan tetap fokus pada bidang tugasnya masing-masing.
"Pajak sama bea cukai, biar kita bisa beresin langsung cepet gitu. Baru mau ngusulin ya," kata Purbaya.
Terkait wacana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) yang masuk dalam program Pemerintah untuk 2025, Purbaya memilih untuk tidak berkomentar banyak. Dia mengaku belum ada diskusi mengenai hal tersebut dengan Presiden Prabowo.
"Sampai sekarang saya belum diajak diskusi dan saya nggak tau seperti apa," terang Purbaya.
Baca Juga: Rencana Pembentukan Badan Penerimaan Negara, Machfud: Jangan Hanya Rebranding
Sebagai informasi, target penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,5 triliun, di mana porsi terbesarnya, yaitu Rp2.693,7 triliun, berasal dari sektor perpajakan (pajak dan bea cukai) yang kini diusulkan menjadi tanggung jawab langsung Menkeu Purbaya.
Purbaya menyatakan akan mengambil alih tugas-tugas yang selama ini menjadi fokus Anggito, yaitu bidang penerimaan negara yang meliputi pajak dan bea cukai. "Pak Anggito pergi kan, mungkin wamen baru nggak ada kali ya? Saya akan ngusulin, saya saja yang megang dua-duanya," jelas Purbaya pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Purbaya Soal Siapa Pengganti Wamenkeu Anggito: Saya Aja Pegang Deh
Menurut Purbaya, struktur tanpa Wamenkeu baru tersebut akan mempermudah dan mempercepat penyelesaian masalah di sektor penerimaan. Sementara itu, Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono akan tetap fokus pada bidang tugasnya masing-masing.
"Pajak sama bea cukai, biar kita bisa beresin langsung cepet gitu. Baru mau ngusulin ya," kata Purbaya.
Terkait wacana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) yang masuk dalam program Pemerintah untuk 2025, Purbaya memilih untuk tidak berkomentar banyak. Dia mengaku belum ada diskusi mengenai hal tersebut dengan Presiden Prabowo.
"Sampai sekarang saya belum diajak diskusi dan saya nggak tau seperti apa," terang Purbaya.
Baca Juga: Rencana Pembentukan Badan Penerimaan Negara, Machfud: Jangan Hanya Rebranding
Sebagai informasi, target penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,5 triliun, di mana porsi terbesarnya, yaitu Rp2.693,7 triliun, berasal dari sektor perpajakan (pajak dan bea cukai) yang kini diusulkan menjadi tanggung jawab langsung Menkeu Purbaya.
(akr)
Lihat Juga :