Bangun Sky Train Feeder Stasiun LRT Harjamukti–Mekarsari Butuh Investasi Rp6,6 Triliun

Selasa, 30 September 2025 - 21:34 WIB
loading...
Bangun Sky Train Feeder...
Kemenhub mengungkapkan kebutuhan investasi untuk membangun jalur penghubung (feeder) Stasiun LRT Harjamukti–Mekarsari. FOTO/KAI/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kebutuhan investasi untuk membangun jalur penghubung (feeder) Stasiun LRT Harjamukti–Mekarsari diproyeksikan mencapai sekitar Rp6,6 triliun.

Angka tersebut didapat dari proyeksi kebutuhan pembiayaan pembangunan sky train yang ditaksir sekitar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar per kilometer. Untuk menggarap proyek sepanjang 22 kilometer (km) tersebut, total kebutuhan biayanya diperkirakan tembus Rp6,6 triliun.

"Sky train sekitar 22 kilometer. Kalau misalnya kita lihat sky train itu kan harganya Rp300–400 miliar per kilometer. Jadi tinggal dikalikan saja," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono dalam acara media briefing di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Baca Juga: Penumpang LRT Jabodebek Turun Imbas PNS Boleh Kerja dari Mana Saja

Allan menjelaskan saat ini DJKA tengah aktif berdiskusi dengan calon investor terkait pemilihan rute pasti sky train tersebut. Salah satu investor yang tengah diincar Kemenhub adalah para pengembang properti. Pelibatan pengembang properti diharapkan dapat menjamin masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan tersebut terlayani transportasi umum secara memadai.

"Terkait feeder dari Stasiun Harjamukti atau kelanjutan dari LRT, memang ada beberapa rute yang sedang kita diskusikan dengan calon investor," katanya.

Allan menambahkan, wacana proyek ini juga telah ditawarkan kepada calon investor saat acara investor gathering pada Mei lalu. Rute yang didiskusikan dari Stasiun Harjamukti tersebut tidak hanya menuju Mekarsari, tetapi juga mencakup Kota Wisata dan terus mengarah ke barat.

Sudah Kantongi Minat Investor

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLKA) DJKA Kemenhub, Arif Anwar, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengantongi Surat Minat Investasi (Letter of Intent/LoI) dari salah satu calon investor yang berminat membangun kereta api feeder atau sky train LRT Harjamukti tersebut.

"Ini sudah ada investor yang mengajukan LoI, dan mereka saat ini sedang melakukan kajian. Jadi kami menunggu penyelesaian kajian dari para investor tersebut," tambah Arif.

Baca Juga: Proyek LRT Velodrome-Manggarai Capai 69,88%, Jakpro Optimistis Bisa Atasi Kemacetan

Meskipun sudah ada investor yang mengajukan LoI, Arif menegaskan bahwa pemerintah masih membuka ruang lebar bagi pelaku usaha lainnya yang hendak memaparkan konsep dan berminat berinvestasi pada proyek ini.

"Jadi kita masih mempersilakan investor siapa yang mau masuk, yang jelas belum ada kontrak dengan kita. Jadi kajian silakan dulu di investor," tegasnya.

Arif menekankan, kebutuhan layanan transportasi perkotaan sangat mendesak saat ini dalam rangka mengurangi tingkat kemacetan kota melalui penggunaan transportasi massal. Oleh karena itu, investasi pada proyek-proyek seperti ini menjadi sangat dibutuhkan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Berita Terkini
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved