Krisis Anggaran, Gaji Ribuan PNS AS Terancam Tak Dibayar

Selasa, 30 September 2025 - 22:20 WIB
loading...
A A A
Selama shutdown sebagian besar pegawai di lembaga pemerintah yang didanai melalui proses alokasi tahunan biasanya akan menjalani cuti tanpa dibayar jika lembaganya belum menerima dana. Mereka yang pekerjaannya dinilai penting untuk melindungi jiwa atau properti, atau untuk menyalurkan manfaat yang diwajibkan, akan dianggap esensial dan tetap diwajibkan bekerja, menurut Kantor Manajemen Personalia (OPM). Pegawai dijanjikan akan menerima gaji tunggakan setelah pemerintah kembali beroperasi.

"Situasi ini selalu sulit bagi pegawai federal," kata Hatton, "baik mereka tetap bekerja, cuti tanpa dibayar, maupun sekarang dengan adanya opsi baru berupa pemberitahuan RIF, yang bisa berujung pada kehilangan pekerjaan permanen."

Baca Juga: Negara NATO: Putin Tak Ingin Memulai Perang Dunia III

Para pakar menyebutkan masih belum jelas bagaimana RIF massal bisa dilaksanakan saat terjadi krisis anggaran seperti ini. Secara hukum, lembaga pemerintah diwajibkan memberikan dasar pembenaran untuk PHK, menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada pegawai 60 hari sebelum PHK, serta menyediakan mekanisme banding.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Rekomendasi
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved