Krisis Anggaran, Gaji Ribuan PNS AS Terancam Tak Dibayar

Selasa, 30 September 2025 - 22:20 WIB
loading...
Krisis Anggaran, Gaji...
Gedung Capitol Amerika Serikat terlihat di Washington D.C., Amerika Serikat pada 4 Oktober 2023. FOTO/Yasin Ozturk/Anadolu Agency
A A A
JAKARTA - Kongres Amerika Serikat memiliki batas waktu hingga Selasa tengah malam untuk meloloskan rancangan undang-undang pendanaan dan menghindari penutupan (shutdown) pemerintahan federal. Jika para legislator gagal mencapai kesepakatan, ratusan ribu pegawai negeri federal bisa kehilangan gaji atau lebih buruk lagi.

Biasanya, pekerja federal ditempatkan pada cuti tanpa dibayar selama masa shutdown. Namun, Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bila kesepakatan anggaran tidak tercapai. Jika gaji Anda terancam sekarang saatnya merencanakan kemungkinan penundaan atau hilangnya penghasilan.

Baca Juga: Krisis Anggaran, PNS di Amerika Serikat Terancam PHK Massal

Shutdown pemerintahan secara historis cenderung berlangsung singkat, banyak yang hanya beberapa hari. Namun bagi mereka yang hidup dari gaji ke gaji, jeda pendapatan sekecil apa pun bisa sangat memberatkan, apalagi di tengah biaya hidup yang terus meningkat.

"Terakhir kali kami mengalami hal seperti ini, tidak seluruh pemerintahan yang terdampak, tetapi berlangsung selama 35 hari, dan itu berarti hampir tiga kali gaji yang hilang bagi sebagian orang," ujar Wakil Presiden Kebijakan dan Program di Asosiasi Pegawai Federal Aktif dan Pensiunan Nasional, John Hatton, dikutip dari CNBC, Selasa (30/9).

Selama shutdown sebagian besar pegawai di lembaga pemerintah yang didanai melalui proses alokasi tahunan biasanya akan menjalani cuti tanpa dibayar jika lembaganya belum menerima dana. Mereka yang pekerjaannya dinilai penting untuk melindungi jiwa atau properti, atau untuk menyalurkan manfaat yang diwajibkan, akan dianggap esensial dan tetap diwajibkan bekerja, menurut Kantor Manajemen Personalia (OPM). Pegawai dijanjikan akan menerima gaji tunggakan setelah pemerintah kembali beroperasi.

"Situasi ini selalu sulit bagi pegawai federal," kata Hatton, "baik mereka tetap bekerja, cuti tanpa dibayar, maupun sekarang dengan adanya opsi baru berupa pemberitahuan RIF, yang bisa berujung pada kehilangan pekerjaan permanen."

Baca Juga: Negara NATO: Putin Tak Ingin Memulai Perang Dunia III

Para pakar menyebutkan masih belum jelas bagaimana RIF massal bisa dilaksanakan saat terjadi krisis anggaran seperti ini. Secara hukum, lembaga pemerintah diwajibkan memberikan dasar pembenaran untuk PHK, menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada pegawai 60 hari sebelum PHK, serta menyediakan mekanisme banding.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Rekomendasi
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved