Krisis Anggaran, PNS di Amerika Serikat Terancam PHK Massal

Jum'at, 26 September 2025 - 14:42 WIB
loading...
Krisis Anggaran, PNS...
Pemerintah federal AS kembali di ambang penutupan sebagian atau shutdown menyusul krisis anggaran. FOTO/EPA
A A A
WASHINGTON - Pemerintah federal Amerika Serikat (AS) kembali di ambang penutupan sebagian atau shutdown menyusul krisis anggaran akibat kebuntuan pembahasan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan Partai Demokrat di Senat. Kali ini, Gedung Putih mengeluarkan ancaman yang lebih keras, yaitu mempersiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Eskalasi ini tertuang dalam memorandum Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih pada Rabu malam waktu setempat. Memo itu memerintahkan seluruh lembaga federal untuk mengidentifikasi program dan proyek yang akan kehilangan pendanaan jika Kongres gagal menyetujui anggaran baru sebelum tenggat 1 Oktober.

"Program yang tidak menerima suntikan dana wajib akan menanggung beban terberat dari shutdown," demikian bunyi memo OMB seperti dikutip dari salinan yang diberikan kepada media, dilansir dari Reuters, Jumat (26/9).

Baca Juga: Trump Perintahkan Hukuman Mati Diterapkan Kembali di Ibu Kota AS

Lembaga-lembaga federal juga diperintahkan menyerahkan rencana pemangkasan tenaga kerja dan bersiap mengeluarkan pemberitahuan PHK kepada pegawai. Langkah ini dinilai sebagai taktik negosiasi yang agresif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Rekomendasi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved