Pelaku Bisnis hingga Pemda Diajak Hitung Susut dan Sisa Pangan

Kamis, 02 Oktober 2025 - 10:08 WIB
loading...
Pelaku Bisnis hingga...
Pelatihan Perhitungan Susut dan Sisa Pangan (SSP) bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah digelar oleh IBCSD melalui inisiatif GRASP 2030 bersama KSPL berkolaborasi dengan Bapanas serta P4G. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di tahun 2030) bersama Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL), berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 (P4G), sukses menyelenggarakan Pelatihan Perhitungan Susut dan Sisa Pangan (SSP) bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah pada 30 September–1 Oktober 2025 di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam memperingati International Day of Awareness of Food Loss and Waste (IDAFLW) 2025 sekaligus menjadi puncak perayaan empat tahun GRASP 2030. Dipandu oleh artis Olga Lidya yang dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, acara ini semakin menegaskan komitmen bersama untuk mengurangi susut dan sisa pangan.

Baca Juga: Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030

Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani menyampaikan, bahwa perayaan empat tahun GRASP 2030 sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi multipihak dalam penanganan susut dan sisa pangan. “Kami ingin memastikan bahwa komitmen ini tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan dalam kapasitas nyata melalui pelatihan bagi pemerintah daerah dan dunia usaha agar mampu mengintegrasikan pengelolaan SSP ke dalam praktik dan kebijakan mereka,” ujarnya.

Susut dan sisa pangan telah menjadi tantangan besar yang merugikan ekonomi, lingkungan, dan sosial, sehingga isu ini kini ditempatkan sebagai prioritas dalam RPJMN 2025–2029 dan Peta Jalan Pengelolaan SSP Nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyebutkan, dalam sambutannya, “Indonesia juga turut berkomitmen dalam mencapai target SDGs 12.3 yang sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029, di mana pengelolaan SSP menjadi salah satu kegiatan prioritas dengan target persentase penyelamatan pangan sekitar 3-5 persen per tahun. Keberhasilan penanganan SSP memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, dengan langkah konkret yang dilakukan Bapanas, yakni bekerja sama dengan berbagai mitra dalam Gerakan Selamatkan Pangan.”

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mempraktikkan Metode Baku Perhitungan Susut dan Sisa Pangan yang diluncurkan oleh KSPL, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian PPN/Bappenas pada 24 September 2024 kepada rekan-rekan bisnis, terutama dari sektor manufaktur, retail, horeka (hotel, restoran, kafe), serta pemerintah daerah.

Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah awal untuk menentukan strategi intervensi penurunan SSP dengan lebih terukur dan berbasis data.

“Kiranya hingga akhir tahun nanti, masing-masing dari rekan bisnis dan pemerintah daerah yang hadir hari ini sudah memiliki sekurangnya draf awal strategi penurunan SSP yang siap untuk diimplementasikan di tahun depan,” ungkap Gina.

Pelatihan ini diikuti lebih dari 220 peserta dari pelaku bisnis sektor ritel, manufaktur, dan horeka, serta pemerintah provinsi lokasi kerja KSPL yang mencakup Sumatera Barat, Jawa Timur, dan NTT. Acara ini juga berlangsung secara hybrid sehingga perwakilan pemerintah daerah lainnya di Indonesia juga turut mengikuti sesi-sesi pelatihan secara daring.

Selama dua hari penuh, peserta memperoleh pemahaman pendekatan Target–Measure–Act (TMA), pelatihan metode dan instrumen penghitungan serta pelaporannya, simulasi kasus nyata dari sektor bisnis, penyusunan rencana aksi pengurangan SSP di provinsi yang terhubung dengan peta jalan dan kebijakan nasional, hingga pengenalan digitalisasi data untuk pelacakan dan monitoring SSP.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi berbagai lembaga kunci seperti Bappenas, WRAP, Garda Pangan, GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition), World Resources Institute (WRI) Indonesia, Nutrifood, dan mitra lainnya yang bersama-sama berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pengelolaan susut dan sisa pangan.

Selain sesi pelatihan, acara juga diisi dengan seremonial perayaan IDAFLW 2025 yang mencakup peluncuran Platform Stop Boros Pangan yang digagas oleh Bapanas, dilanjutkan peluncuran Pedoman Redistribusi Pangan yang disusun bersama para signatories GRASP 2030. Acara juga menampilkan pemutaran video gerakan penyelamatan pangan dari Papua hasil kolaborasi WWF Indonesia dan Delterra, yang menghadirkan inspirasi nyata mengenai upaya penyelamatan pangan dari tingkat lokal.

Baca Juga: Momentum Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Mengatasi Susut dan Sisa Pangan

Dengan semangat perayaan ulang tahun keempat GRASP 2030 dan IDAFLW 2025, harapannya momentum ini dapat melahirkan komitmen lebih nyata dari dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mengurangi SSP hingga 50% pada 2030, sejalan dengan target SDGs 12.3, target penyelamatan pangan dan pengurangan SSP 3-5% setiap tahun dari RPJMN 2025-2029, serta peta jalan nasional yang telah disusun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjawab Tantangan Klasik...
Menjawab Tantangan Klasik UMKM, ACC Danaku Dukung Modal Pelaku Usaha Kuliner di Surabaya
Industri Parfum Lokal...
Industri Parfum Lokal Dinilai Makin Berkembang di Tengah Meningkatnya Minat Konsumen
Cold Chain Expo 2026:...
Cold Chain Expo 2026: Sanwoo Bawa Freezer, Chiller, dan Gas Rice Steamer Tahan Banting
Bayar Pajak Daerah di...
Bayar Pajak Daerah di Jakarta Kini Lebih Mudah lewat Beragam Channel Pembayaran
APHI Dorong Penguatan...
APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan
Delegasi ICC Indonesia...
Delegasi ICC Indonesia Ikut Bahas Penggunaan AI dalam Proses Arbitrase
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Rekomendasi
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
Berita Terkini
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved