Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030
Jum'at, 07 Februari 2025 - 10:26 WIB
loading...
Workshop GRASP 2030: Target-Measure-Act yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam mengukur serta mengurangi susut dan sisa pangan (SSP). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) sukses menyelenggarakan Workshop GRASP 2030: Target-Measure-Act yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam mengukur serta mengurangi susut dan sisa pangan (SSP).
Bertempat di Swiss-Belhotel Pondok Indah, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari signatories GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030), anggota asosiasi GAPMMI ( Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman ), serta perwakilan pemerintah.
Baca Juga: Picu Kerugian Ekonomi Rp551 T, Intip Urgensi Penanganan Susut dan Sisa Pangan di RI
Dalam sambutannya, Executive Director IBCSD, Indah Budiani menjelaskan, pentingnya penerapan metode Target-Measure-Act (TMA) dalam upaya kolaboratif mengurangi SSP. "Melalui pendekatan TMA, perusahaan dapat lebih sistematis dalam menetapkan target, melakukan pengukuran yang akurat, dan merancang aksi nyata untuk mengurangi susut dan sisa pangan di rantai pasok mereka," ujar Indah.
Workshop ini mencakup berbagai sesi diskusi dan latihan praktik, termasuk pengenalan konsep TMA dan pemaparan bagaimana perusahaan dapat menerapkan pendekatan TMA secara efektif. Peserta juga diarahkan langkah-langkah untuk mengumpulkan, mengisi Data Capture Sheet, serta menganalisis data yang dikumpulkan.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak berpartisipasi aktif untuk menyusun aksi dan strategi konkret dalam mengurangi SSP dalam operasi bisnis masing-masing, rantai pasok dan konsumen.Para peserta yang hadir juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengukur SSP di perusahaan masing-masing. Namun, para peserta mengapresiasi adanya pendekatan TMA ini sebagai solusi yang lebih terstruktur.
Bertempat di Swiss-Belhotel Pondok Indah, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari signatories GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030), anggota asosiasi GAPMMI ( Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman ), serta perwakilan pemerintah.
Baca Juga: Picu Kerugian Ekonomi Rp551 T, Intip Urgensi Penanganan Susut dan Sisa Pangan di RI
Dalam sambutannya, Executive Director IBCSD, Indah Budiani menjelaskan, pentingnya penerapan metode Target-Measure-Act (TMA) dalam upaya kolaboratif mengurangi SSP. "Melalui pendekatan TMA, perusahaan dapat lebih sistematis dalam menetapkan target, melakukan pengukuran yang akurat, dan merancang aksi nyata untuk mengurangi susut dan sisa pangan di rantai pasok mereka," ujar Indah.
Workshop ini mencakup berbagai sesi diskusi dan latihan praktik, termasuk pengenalan konsep TMA dan pemaparan bagaimana perusahaan dapat menerapkan pendekatan TMA secara efektif. Peserta juga diarahkan langkah-langkah untuk mengumpulkan, mengisi Data Capture Sheet, serta menganalisis data yang dikumpulkan.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak berpartisipasi aktif untuk menyusun aksi dan strategi konkret dalam mengurangi SSP dalam operasi bisnis masing-masing, rantai pasok dan konsumen.Para peserta yang hadir juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengukur SSP di perusahaan masing-masing. Namun, para peserta mengapresiasi adanya pendekatan TMA ini sebagai solusi yang lebih terstruktur.
Lihat Juga :