OSL Group Tuntaskan Akuisisi Exchange Kripto RI Koinsayang
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 21:04 WIB
loading...
OSL Group, secara resmi menuntaskan akuisisi atas bursa aset digital berlisensi Indonesia, Koinsayang. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Platform aset digital global yang berbasis di Hong Kong, OSL Group, secara resmi menuntaskan akuisisi atas bursa aset digital berlisensi Indonesia, Koinsayang. Aksi korporasi ini memperkuat posisi OSL Group di pasar Asia Tenggara, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan layanan keuangan digital inovatif, termasuk tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Asset/RWA).
Penyelesaian akuisisi ini dilakukan OSL Group secara tidak langsung melalui penerbitan sekitar 9,266 juta saham sebagai pertimbangan transaksi kepada pemegang saham mayoritas Koinsayang. Dengan tuntasnya transaksi ini, OSL Group kini memegang lisensi penuh untuk perdagangan mata uang kripto dan derivatif di Indonesia, memberikan persetujuan regulasi penuh untuk beroperasi di salah satu pasar aset digital paling dinamis di kawasan.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp1,61 Triliun, Indodax Setor Rp265,4 Miliar
Akuisisi strategis ini bukan hanya tentang lisensi, tetapi juga membangun fondasi bisnis baru. Langkah ini memungkinkan OSL Group untuk secara agresif mengembangkan bidang-bidang potensial seperti tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan layanan pembayaran keuangan (PayFi). Sektor RWA memiliki potensi besar di Indonesia; menurut Asosiasi Blockchain Indonesia, negara ini menyumbang 10,1% dari minat global terhadap RWA dan menempati peringkat ketiga di dunia.
Dengan menggabungkan kehadiran pasar lokal dan kepatuhan regulasi Koinsayang dengan kapabilitas teknologi serta pengalaman regulasi yang dimiliki OSL Group, perusahaan bertujuan untuk memperkenalkan produk keuangan digital yang teregulasi. Hal ini ditujukan untuk memperluas cakupan klien serta memperkuat adopsi teknologi blockchain dan standar kepatuhan internasional di kawasan Asia Tenggara.
Chief Financial Officer OSL Group, Ivan Wong, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang ideal. "Indonesia menawarkan skala dan struktur, serta memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan layanan keuangan tradisional (TradFi) dan Web3 serta mengakses pembayaran kripto teregulasi, sejalan dengan strategi ekspansi global berbasis kepatuhan yang dijalankan OSL Group," ujar Wong dalam keterangan resminya, Sabtu (4/10).
Baca Juga: Purbaya Tarik Pajak Kripto hingga Fintech Rp41 Triliun per Agustus 2025
Wong menambahkan, basis pengguna keuangan digital yang besar, penetrasi Internet yang kuat, serta kerangka regulasi yang relatif jelas menjadikan Indonesia salah satu pusat regional utama di Asia Tenggara untuk layanan aset digital. Secara korporasi, akuisisi Koinsayang ini akan mendiversifikasi aliran pendapatan OSL Group, memperluas basis pengguna secara signifikan, dan memperkuat daya saing internasional perusahaan di tengah persaingan industri aset digital global.
Penyelesaian akuisisi ini dilakukan OSL Group secara tidak langsung melalui penerbitan sekitar 9,266 juta saham sebagai pertimbangan transaksi kepada pemegang saham mayoritas Koinsayang. Dengan tuntasnya transaksi ini, OSL Group kini memegang lisensi penuh untuk perdagangan mata uang kripto dan derivatif di Indonesia, memberikan persetujuan regulasi penuh untuk beroperasi di salah satu pasar aset digital paling dinamis di kawasan.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp1,61 Triliun, Indodax Setor Rp265,4 Miliar
Akuisisi strategis ini bukan hanya tentang lisensi, tetapi juga membangun fondasi bisnis baru. Langkah ini memungkinkan OSL Group untuk secara agresif mengembangkan bidang-bidang potensial seperti tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan layanan pembayaran keuangan (PayFi). Sektor RWA memiliki potensi besar di Indonesia; menurut Asosiasi Blockchain Indonesia, negara ini menyumbang 10,1% dari minat global terhadap RWA dan menempati peringkat ketiga di dunia.
Dengan menggabungkan kehadiran pasar lokal dan kepatuhan regulasi Koinsayang dengan kapabilitas teknologi serta pengalaman regulasi yang dimiliki OSL Group, perusahaan bertujuan untuk memperkenalkan produk keuangan digital yang teregulasi. Hal ini ditujukan untuk memperluas cakupan klien serta memperkuat adopsi teknologi blockchain dan standar kepatuhan internasional di kawasan Asia Tenggara.
Chief Financial Officer OSL Group, Ivan Wong, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang ideal. "Indonesia menawarkan skala dan struktur, serta memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan layanan keuangan tradisional (TradFi) dan Web3 serta mengakses pembayaran kripto teregulasi, sejalan dengan strategi ekspansi global berbasis kepatuhan yang dijalankan OSL Group," ujar Wong dalam keterangan resminya, Sabtu (4/10).
Baca Juga: Purbaya Tarik Pajak Kripto hingga Fintech Rp41 Triliun per Agustus 2025
Wong menambahkan, basis pengguna keuangan digital yang besar, penetrasi Internet yang kuat, serta kerangka regulasi yang relatif jelas menjadikan Indonesia salah satu pusat regional utama di Asia Tenggara untuk layanan aset digital. Secara korporasi, akuisisi Koinsayang ini akan mendiversifikasi aliran pendapatan OSL Group, memperluas basis pengguna secara signifikan, dan memperkuat daya saing internasional perusahaan di tengah persaingan industri aset digital global.
(nng)
Lihat Juga :