Dolar AS Dibuang, Porsi dalam Cadangan Devisa Global Ambruk ke Level Terendah 30 Tahun

Minggu, 05 Oktober 2025 - 13:49 WIB
loading...
Dolar AS Dibuang, Porsi...
Porsi penggunaan dolar Amerika Serikat (USD) dalam cadangan devisa (Cadev) global turun ke level terendah dalam tiga dekade pada kuartal kedua tahun 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Porsi penggunaan dolar Amerika Serikat (USD) dalam cadangan devisa global turun ke level terendah dalam tiga dekade pada kuartal kedua tahun 2025. Pelemahan dolar AS level terendah dalam 30 tahun dibongkar oleh Dana Moneter Internasional ( IMF ).

Dolar AS menyumbang 56,3% dari cadangan global yang dialokasikan antara April dan Juni, raihan itu turun 1,5 poin secara persentase dari kuartal sebelumnya. Angka tersebut merupakan proporsi terendah sejak 1995, meskipun penurunan sebagian besar disebabkan oleh pergerakan mata uang daripada penjualan aktif oleh bank sentral, menurut laporan itu.

“Efek nilai tukar mendorong hampir seluruh penurunan pangsa mata uang AS dalam cadangan devisa,” tulis peneliti IMF Glen Kwende, Erin Nephew, dan Carlos Sanchez-Munoz.

Baca Juga: Awasi Dana Rp200 Triliun di Bank Himbara, Purbaya: Jangan Beli Dolar!

Diperkirakan bahwa sekitar 92% dari penurunan tersebut disebabkan oleh pergeseran nilai mata uang. Dolar tergelincir 9% terhadap euro, 11% terhadap franc Swiss, dan 6% terhadap pound sterling selama periode tersebut.

Menurut IMF, situasi ini disebabkan oleh Dolar AS yang tertahan oleh lonjakan tarif Presiden AS Donald Trump, tekanannya pada Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, dan perubahan pajak yang meningkatkan defisit yang disahkan pada 4 Juli, lalu.

Total cadangan devisa yang dialokasikan mencapai USD12,03 triliun pada akhir Juni. Pada paruh pertama tahun 2025, dolar turun lebih dari 10% terhadap mata uang utama, menandai awal tahun terburuk sejak 1973. Pelemahan yang tercatat ini bertolak belakang dengan peran dolar sebagai aset safe-haven.

Sementara itu Rusia telah mempercepat upaya untuk menjauh dari dolar dan euro setelah banyak lembaga keuangannya diputus dari sistem keuangan Barat pada tahun 2022. Baca Juga: Tinggalkan Dolar AS, 1.700 Bank di Dunia Beralih ke Yuan China

Rusia meningkatkan perdagangan dengan mitra internasional menggunakan mata uang nasional mereka. Tren ini semakin didukung oleh anggota BRICS, yang juga beralih dari penggunaan mata uang Barat dalam penyelesaian perdagangan.

Ekonomi besar BRICS mulai mengurangi ketergantungan pada dolar, karena penggunaan dolar sebagai senjata melalui sanksi telah mendorong perusahaan untuk mencari opsi pembayaran alternatif.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Inggris Hajar Kroasia...
Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Infografis
Tunjangan Beasiswa LPDP...
Tunjangan Beasiswa LPDP Dalam Negeri Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved