Danacita Dukung Akses Pembiayaan Pendidikan ke Luar Negeri
Senin, 06 Oktober 2025 - 18:52 WIB
loading...
Platform pembiayaan pendidikan Danacita meluncurkan layanan Cicilan Kuliah ke Luar Negeri FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Minat pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri terus meningkat, namun tantangan pembiayaan masih menjadi kendala utama. Berdasarkan data Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), jumlah pendaftar beasiswa pada 2023 mencapai 33.398 orang, tetapi hanya 9.358 yang berhasil lolos. Pada 2024, jumlah pendaftar melonjak menjadi 52.842, dengan hanya 8.592 penerima. Ketimpangan ini menunjukkan tingginya minat namun terbatasnya peluang mendapatkan beasiswa.
Melihat kesenjangan tersebut, platform pembiayaan pendidikan Danacita meluncurkan layanan “Cicilan Kuliah ke Luar Negeri” sebagai solusi alternatif bagi pelajar yang ingin mewujudkan impian studi internasional tanpa harus bergantung pada beasiswa. Melalui layanan ini, mahasiswa dapat mencicil biaya pendidikan dengan skema terjangkau tanpa perlu jaminan maupun uang muka (DP).
Direktur Utama Danacita, Alfonsus Wibowo, mengatakan, inisiatif ini lahir dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pendidikan global bagi anak muda Indonesia. “Pendidikan tidak seharusnya dibatasi oleh biaya maupun lokasi. Kami ingin memastikan setiap pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi kuliah ke luar negeri,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (6/10).
Baca Juga: Anggaran MBG Tembus Rp335 Triliun di APBN 2026, Potong Jatah Dana Pendidikan Rp223 Triliun
Layanan pembiayaan ini mencakup tiga kategori utama, tuition fee installment untuk biaya kuliah di universitas luar negeri di lebih dari 100 negara, visa & insurance installment untuk kebutuhan pengurusan visa serta asuransi kesehatan, dan housing fee installment untuk biaya akomodasi selama masa studi. Seluruh pengajuan dapat dilakukan secara daring, dengan proses persetujuan maksimal tujuh hari kerja dan tenor cicilan hingga 24 bulan.
Untuk memastikan akses yang lebih komprehensif, Danacita menjalin kemitraan dengan sejumlah konsultan pendidikan internasional seperti USG Education, AECC, IDP Education, dan Expert Education. Kolaborasi ini menghadirkan dukungan menyeluruh mulai dari bimbingan pemilihan universitas, pengurusan dokumen, hingga penempatan mahasiswa di berbagai kampus ternama dunia. COO USG Education, Ariyani Mawardi, menyebut kemitraan ini membuka peluang baru bagi siswa Indonesia agar lebih siap menembus pendidikan global.
Baca Juga: LPDP Buka Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk Guru 2025 Dibuka, Ini Link Pendaftarannya
Danacita juga menawarkan fleksibilitas tambahan berupa fitur top-up untuk mahasiswa yang telah memulai studi agar dapat mengajukan pendanaan tambahan tanpa memulai proses dari awal. Seluruh pembayaran dilakukan dalam Rupiah, sehingga mahasiswa dan orang tua terlindungi dari risiko fluktuasi kurs mata uang asing.
Melihat kesenjangan tersebut, platform pembiayaan pendidikan Danacita meluncurkan layanan “Cicilan Kuliah ke Luar Negeri” sebagai solusi alternatif bagi pelajar yang ingin mewujudkan impian studi internasional tanpa harus bergantung pada beasiswa. Melalui layanan ini, mahasiswa dapat mencicil biaya pendidikan dengan skema terjangkau tanpa perlu jaminan maupun uang muka (DP).
Direktur Utama Danacita, Alfonsus Wibowo, mengatakan, inisiatif ini lahir dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pendidikan global bagi anak muda Indonesia. “Pendidikan tidak seharusnya dibatasi oleh biaya maupun lokasi. Kami ingin memastikan setiap pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi kuliah ke luar negeri,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (6/10).
Baca Juga: Anggaran MBG Tembus Rp335 Triliun di APBN 2026, Potong Jatah Dana Pendidikan Rp223 Triliun
Layanan pembiayaan ini mencakup tiga kategori utama, tuition fee installment untuk biaya kuliah di universitas luar negeri di lebih dari 100 negara, visa & insurance installment untuk kebutuhan pengurusan visa serta asuransi kesehatan, dan housing fee installment untuk biaya akomodasi selama masa studi. Seluruh pengajuan dapat dilakukan secara daring, dengan proses persetujuan maksimal tujuh hari kerja dan tenor cicilan hingga 24 bulan.
Untuk memastikan akses yang lebih komprehensif, Danacita menjalin kemitraan dengan sejumlah konsultan pendidikan internasional seperti USG Education, AECC, IDP Education, dan Expert Education. Kolaborasi ini menghadirkan dukungan menyeluruh mulai dari bimbingan pemilihan universitas, pengurusan dokumen, hingga penempatan mahasiswa di berbagai kampus ternama dunia. COO USG Education, Ariyani Mawardi, menyebut kemitraan ini membuka peluang baru bagi siswa Indonesia agar lebih siap menembus pendidikan global.
Baca Juga: LPDP Buka Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk Guru 2025 Dibuka, Ini Link Pendaftarannya
Danacita juga menawarkan fleksibilitas tambahan berupa fitur top-up untuk mahasiswa yang telah memulai studi agar dapat mengajukan pendanaan tambahan tanpa memulai proses dari awal. Seluruh pembayaran dilakukan dalam Rupiah, sehingga mahasiswa dan orang tua terlindungi dari risiko fluktuasi kurs mata uang asing.
(nng)
Lihat Juga :