Alasan Purbaya di Balik Penempatan Dana Puluhan Triliun ke Bank Jatim dan Bank Jakarta

Selasa, 07 Oktober 2025 - 20:43 WIB
loading...
Alasan Purbaya di Balik...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan di balik keputusan pemerintah untuk menempatkan sebagian dana pemerintah di Bank Jakarta dan Bank Jatim. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan di balik keputusan pemerintah untuk menempatkan sebagian dana pemerintah di Bank Jakarta dan Bank Jatim . Ia menilai kedua bank tersebut memiliki kemampuan keuangan yang kuat serta dukungan penuh dari pemerintah daerah masing-masing.

“Saya lihat yang di mana kuat dan fondasi backing di belakangnya kuat. Ini kalau Bank Jakarta, DKI kuat, kan anggarannya banyak. Jawa Timur juga sama, kuat, anggarannya cukup. Jadi kalau dikasih beberapa triliun aja saya nggak bahaya,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Purbaya menjelaskan, inisiatif penempatan dana ini bermula dari permintaan langsung pemerintah daerah (pemda). “Saya udah ngomong sama banknya di Jawa Timur, dia minta. Jadi mereka minta dananya. DKI juga minta. Karena bunga kita kan 80 persen dari suku bunga acuan kan. Sekarang 3,8 persen-3,78 persen lah. Jadi lebih murah dibanding pasar. Dia pasti lebih untung,” jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Bakal Kucurkan Dana Puluhan Triliun ke Bank Jakarta

Meski belum menyebut angka pasti, Purbaya mengisyaratkan nilai penempatan dana tersebut bisa mencapai lima hingga sepuluh triliun rupiah per bank, tergantung hasil pembahasan lanjutan.

“Belum tahu finalnya. Tapi kalau dua bank tanya dua kan sepuluh. Kalau satu bank satu. Kalau lima tanya dua kan sepuluh,” katanya sembari berkelakar.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan penempatan dana di bank pembangunan daerah (BPD) seperti Bank Jatim akan membantu memperkuat likuiditas di daerah dan mempercepat penyaluran dana ke sektor produktif.

“Karena waktu saya ke Jawa Timur, gubernurnya bilang seperti itu. Kita perlu ini untuk disebarin. Jadi Bank Jawa Timur itu punya provinsi. Ada BPD-BPD. Di sini kalau ditambah, dia bisa nyalurin ke BPD-BPD yang lain. Sehingga yang ini cukup terbantu likuiditasnya bisa nyalurin ke koperasi atau universitas, UKM di tempat lain,” ujarnya.

Menurut Purbaya, langkah ini juga menjadi strategi agar penyaluran dana pemerintah bisa lebih cepat menjangkau sektor riil, berbeda dengan bank-bank besar milik negara (Himbara) yang dinilai prosesnya lebih panjang.

“Rupanya kalau dari Bank Mandiri dan lain-lain itu Bank Himbara. Bank Himbara itu nggak langsung menyebar ke sana. Masih lama. Saya pikir tadinya market-marketnya cepat, tapi ternyata lama. Ya nggak apa-apa. Kalau gitu kita coba intervensi langsung sana,” jelasnya.

Purbaya juga memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu likuiditas Bank Indonesia (BI) maupun kebijakan moneter nasional. Baca Juga: Diguyur Rp200 Triliun, Purbaya: Biar Dirut Bank yang Mikir

“Penempatan SAL di bank BUMD tidak akan mengganggu likuiditas Bank Indonesia, terutama dalam mengambil kebijakan moneter dan stabilitas rupiah. Sama saja kan? Jadi tidak akan mengganggu bank sentral. Ini saya enggak mencampuri kebijakan moneter ya. Ini cuma uang fiskal ditaruh di tempat yang lain saja,” tegasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Rekomendasi
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Infografis
Tembus Rp25 Triliun,...
Tembus Rp25 Triliun, Berikut Daftar Bank Pemberi Utang ke Sritex
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved