UMKM Binaan Pertamina Palangka Raya Jadi Incaran Pengunjung Mancanegara di Inacraft 2025
Selasa, 07 Oktober 2025 - 20:47 WIB
loading...
Indonesia International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025, kembali menjadi ajang unjuk karya terbaik anak bangsa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025, kembali menjadi ajang unjuk karya terbaik anak bangsa. Dalam perhelatan yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 1–5 Oktober 2025 itu, produk dari UMKM binaan Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sukses mencuri perhatian para pengunjung termasuk dari mancanegara.
Salah satu peserta yang paling banyak dibicarakan adalah Batik Mata Andau. UMKM yang didirikan oleh pasangan suami istri Yoga Rustaman dan istrinya pada 2017 ini mengusung motif khas Dayak yang sarat filosofi alam dan kehidupan. Berawal dari usaha rumahan, kini Batik Mata Andau melibatkan 20 pengrajin kebanyakan perempuan paruh baya, yang menjadikan aktivitas membatik sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
Partisipasi perdana Batik Mata Andau di Inacraft 2025 yang difasilitasi Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya berbuah manis. Selama lima hari pameran, lebih dari 300 produk seperti outer, jaket, dan kain batik terjual habis. Prestasi itu menempatkan Batik Mata Andau sebagai peraih omzet tertinggi ketiga di antara seluruh UMKM binaan Pertamina yang berpartisipasi, menunjukkan tingginya minat publik terhadap batik bermotif etnik Kalimantan Tengah.
Apresiasi terhadap produk tersebut datang dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh nasional seperti istri COO Danatara Doni Oskaria, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Ginting, serta Vice President Corporate Social Responsibility PT KAI Sandra Pridaswara turut mengunjungi stan Batik Mata Andau. Bahkan, PT KAI menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan produk batik tersebut sebagai seragam resmi kegiatan perusahaan.
Tidak hanya menarik perhatian publik dalam negeri, karya Batik Mata Andau juga diminati pengunjung dari Korea Selatan, Jepang, hingga Turki. Bagi mereka, batik khas Dayak tak sekadar kain, melainkan simbol persahabatan lintas budaya yang memadukan keindahan seni dan kekayaan etnik Kalimantan.
"Kehadiran Batik Mata Andau di Inacraft membuktikan bahwa UMKM lokal Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan global. Kami akan terus mendampingi mereka agar mampu tumbuh berkelanjutan," ujar CEO Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya, Yanto Karnosaputra, Selasa (7/10).
Baca Juga: Rekor Jumlah Penonton MotoGP Indonesia dari Tahun ke Tahun
Sementara itu, Manager SMEPP PT Pertamina (Persero) Fety menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. “Pertamina percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Keberhasilan Batik Mata Andau menjadi bukti bahwa produk lokal bisa mendunia bila dibangun dengan inovasi dan semangat cinta budaya,” katanya.
Pendiri Batik Mata Andau, Yoga Rustaman, turut menyampaikan rasa syukurnya. "Kami tidak menyangka sambutannya sedemikian besar. Dukungan Pertamina melalui Rumah BUMN Palangka Raya membuat batik khas Dayak dikenal lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara," ujarnya.
Salah satu peserta yang paling banyak dibicarakan adalah Batik Mata Andau. UMKM yang didirikan oleh pasangan suami istri Yoga Rustaman dan istrinya pada 2017 ini mengusung motif khas Dayak yang sarat filosofi alam dan kehidupan. Berawal dari usaha rumahan, kini Batik Mata Andau melibatkan 20 pengrajin kebanyakan perempuan paruh baya, yang menjadikan aktivitas membatik sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
Partisipasi perdana Batik Mata Andau di Inacraft 2025 yang difasilitasi Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya berbuah manis. Selama lima hari pameran, lebih dari 300 produk seperti outer, jaket, dan kain batik terjual habis. Prestasi itu menempatkan Batik Mata Andau sebagai peraih omzet tertinggi ketiga di antara seluruh UMKM binaan Pertamina yang berpartisipasi, menunjukkan tingginya minat publik terhadap batik bermotif etnik Kalimantan Tengah.
Apresiasi terhadap produk tersebut datang dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh nasional seperti istri COO Danatara Doni Oskaria, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Ginting, serta Vice President Corporate Social Responsibility PT KAI Sandra Pridaswara turut mengunjungi stan Batik Mata Andau. Bahkan, PT KAI menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan produk batik tersebut sebagai seragam resmi kegiatan perusahaan.
Tidak hanya menarik perhatian publik dalam negeri, karya Batik Mata Andau juga diminati pengunjung dari Korea Selatan, Jepang, hingga Turki. Bagi mereka, batik khas Dayak tak sekadar kain, melainkan simbol persahabatan lintas budaya yang memadukan keindahan seni dan kekayaan etnik Kalimantan.
"Kehadiran Batik Mata Andau di Inacraft membuktikan bahwa UMKM lokal Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan global. Kami akan terus mendampingi mereka agar mampu tumbuh berkelanjutan," ujar CEO Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya, Yanto Karnosaputra, Selasa (7/10).
Baca Juga: Rekor Jumlah Penonton MotoGP Indonesia dari Tahun ke Tahun
Sementara itu, Manager SMEPP PT Pertamina (Persero) Fety menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. “Pertamina percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Keberhasilan Batik Mata Andau menjadi bukti bahwa produk lokal bisa mendunia bila dibangun dengan inovasi dan semangat cinta budaya,” katanya.
Pendiri Batik Mata Andau, Yoga Rustaman, turut menyampaikan rasa syukurnya. "Kami tidak menyangka sambutannya sedemikian besar. Dukungan Pertamina melalui Rumah BUMN Palangka Raya membuat batik khas Dayak dikenal lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :