Transformasi Jalan Sehat Menuju Keberlanjutan Industri Keuangan
Kamis, 09 Oktober 2025 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia, Keuangan Syariah Masuk Tiga Besar Global
Transformasi digital turut mendorong desain produk keuangan yang lebih inklusif. Dengan dukungan data dan AI, perusahaan dapat menghadirkan produk asuransi mikro, perlindungan perjalanan berbasis jarak, atau proteksi digital untuk pengguna aktif layanan daring. Meski demikian, tingkat penetrasi asuransi Indonesia masih rendah, yakni 2,72% terhadap PDB per Februari 2025, menurun tipis dari 2,84 persen pada Desember 2024. Angka ini masih jauh di bawah Malaysia 4,8% dan Singapura 11,4%.
Sementara itu, sektor lain seperti e-commerce dan transportasi digital telah lebih dulu membuktikan dampak nyata transformasi. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024, video commerce menyumbang 20% dari total GMV e-commerce, naik signifikan dibanding 5% pada 2022. Pertumbuhan serupa terjadi di layanan transportasi digital yang mencatat kenaikan sekitar 13% year on year hingga menembus nilai GMV USD9 miliar pada 2024.
Transformasi digital pada akhirnya bukanlah proyek sesaat, melainkan perjalanan panjang menuju keberlanjutan. Di tengah disrupsi dan persaingan yang ketat, yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling canggih, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya. Karena dalam industri keuangan, kepercayaan bukan sekadar aset melainkan fondasi dari keberlanjutan itu sendiri.
Transformasi digital turut mendorong desain produk keuangan yang lebih inklusif. Dengan dukungan data dan AI, perusahaan dapat menghadirkan produk asuransi mikro, perlindungan perjalanan berbasis jarak, atau proteksi digital untuk pengguna aktif layanan daring. Meski demikian, tingkat penetrasi asuransi Indonesia masih rendah, yakni 2,72% terhadap PDB per Februari 2025, menurun tipis dari 2,84 persen pada Desember 2024. Angka ini masih jauh di bawah Malaysia 4,8% dan Singapura 11,4%.
Sementara itu, sektor lain seperti e-commerce dan transportasi digital telah lebih dulu membuktikan dampak nyata transformasi. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024, video commerce menyumbang 20% dari total GMV e-commerce, naik signifikan dibanding 5% pada 2022. Pertumbuhan serupa terjadi di layanan transportasi digital yang mencatat kenaikan sekitar 13% year on year hingga menembus nilai GMV USD9 miliar pada 2024.
Transformasi digital pada akhirnya bukanlah proyek sesaat, melainkan perjalanan panjang menuju keberlanjutan. Di tengah disrupsi dan persaingan yang ketat, yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling canggih, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya. Karena dalam industri keuangan, kepercayaan bukan sekadar aset melainkan fondasi dari keberlanjutan itu sendiri.
(nng)
Lihat Juga :