MilikiRumah Dorong Skema Pra KPR Dukung Program 3 Juta Rumah
Kamis, 09 Oktober 2025 - 20:18 WIB
loading...
Kementerian PKP sedang mematangkan kajian skema pembiayaan Sewa-Beli (Rent to Own/RTO). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sedang mematangkan kajian skema pembiayaan Sewa-Beli (Rent to Own/RTO) sebagai solusi kepemilikan rumah, khususnya bagi segmen pekerja informal dan masyarakat yang terkendala akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konvensional. Upaya ini diperkuat dengan inisiatif MilikiRumah, perusahaan social property technology (proptech), yang telah merintis ekosistem RTO berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.
President Director MilikiRumah, Marine Novita, mengungkapkan skema RTO menjadi krusial mengingat tantangan besar di pasar perumahan. Menurutnya, sekitar 60 persen angkatan kerja nasional berada di sektor informal atau berpendapatan tidak tetap. Selain itu, tingginya angka penolakan KPR menjadi masalah serius, di mana sejumlah pengembang mencatat calon pembeli yang terkendala catatan kredit bermasalah terutama akibat pinjaman online atau pinjol mencapai dua per tiga dari total prospek yang masuk.
"Situasi ini menyebabkan mayoritas calon konsumen memiliki catatan yang tidak sempurna di Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) sehingga tidak bisa melanjutkan proses pembelian rumah melalui KPR," ujar Marine Novita di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: Tawarkan Bunga KPR Spesial 1,27%, Cara Bank Mandiri Dorong Daya Beli Properti
Oleh karena itu, MilikiRumah mengembangkan ekosistem RTO yang disebut Pra KPR sebagai jembatan bagi segmen underbanked ini. Program Pra KPR didesain secara khusus untuk membantu calon pembeli membangun riwayat kemampuan pembayaran atau Repayment Capacity (RPC) yang solid.
Proses ini diiringi pendampingan untuk memperbaiki kondisi keuangan pribadi dan usaha mereka. Kunci dari keandalan program ini adalah pemanfaatan AI dan Machine Learning yang memungkinkan MilikiRumah memproses data calon pembeli dengan lebih cepat, akurat, dan responsif.
Komitmen ekosistem ini diperkuat dengan kemitraan strategis. Saat ini, sebanyak 29 proyek hunian dari 15 developer terkemuka di Jabodetabek telah mengadopsi teknologi AI MilikiRumah. Selain itu, MilikiRumah telah menjalin kemitraan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang memungkinkan konsumen yang sukses membuktikan kelancaran pembayaran selama satu tahun di skema RTO, dapat "lulus" menjadi nasabah KPR BTN.
Teknologi Software as a Service (SaaS) dan AI dari MilikiRumah juga diakui sangat membantu pengembang. William Liusudarso, President Director Easton Urban Capital, dan David Sulistyo, Direktur Sakura Land, menyatakan bahwa teknologi ini membuat tim penjualan lebih fokus dan akurat dalam memahami profil konsumen, serta menjadikan proses pengajuan KPR terasa lebih sederhana dan responsif.
Baca Juga: Laporan BI, Harga Properti di Kuartal I 2025 Merayap Naik 1,07 Persen
Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menegaskan dukungannya terhadap kajian skema RTO yang akan segera rampung, sebagai solusi untuk kemudahan kepemilikan rumah. Kajian ini melibatkan perbankan, asosiasi developer properti, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sejalan dengan upaya pemerintah tersebut, MilikiRumah menyatakan kesiapannya untuk membantu mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi FLPP di tahun 2025, serta program 3 juta rumah. Untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan skema Sewa-Beli, perusahaan juga berencana menggalang RTO Fund sebagai alternatif pendanaan bagi investor.
President Director MilikiRumah, Marine Novita, mengungkapkan skema RTO menjadi krusial mengingat tantangan besar di pasar perumahan. Menurutnya, sekitar 60 persen angkatan kerja nasional berada di sektor informal atau berpendapatan tidak tetap. Selain itu, tingginya angka penolakan KPR menjadi masalah serius, di mana sejumlah pengembang mencatat calon pembeli yang terkendala catatan kredit bermasalah terutama akibat pinjaman online atau pinjol mencapai dua per tiga dari total prospek yang masuk.
"Situasi ini menyebabkan mayoritas calon konsumen memiliki catatan yang tidak sempurna di Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) sehingga tidak bisa melanjutkan proses pembelian rumah melalui KPR," ujar Marine Novita di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: Tawarkan Bunga KPR Spesial 1,27%, Cara Bank Mandiri Dorong Daya Beli Properti
Oleh karena itu, MilikiRumah mengembangkan ekosistem RTO yang disebut Pra KPR sebagai jembatan bagi segmen underbanked ini. Program Pra KPR didesain secara khusus untuk membantu calon pembeli membangun riwayat kemampuan pembayaran atau Repayment Capacity (RPC) yang solid.
Proses ini diiringi pendampingan untuk memperbaiki kondisi keuangan pribadi dan usaha mereka. Kunci dari keandalan program ini adalah pemanfaatan AI dan Machine Learning yang memungkinkan MilikiRumah memproses data calon pembeli dengan lebih cepat, akurat, dan responsif.
Komitmen ekosistem ini diperkuat dengan kemitraan strategis. Saat ini, sebanyak 29 proyek hunian dari 15 developer terkemuka di Jabodetabek telah mengadopsi teknologi AI MilikiRumah. Selain itu, MilikiRumah telah menjalin kemitraan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang memungkinkan konsumen yang sukses membuktikan kelancaran pembayaran selama satu tahun di skema RTO, dapat "lulus" menjadi nasabah KPR BTN.
Teknologi Software as a Service (SaaS) dan AI dari MilikiRumah juga diakui sangat membantu pengembang. William Liusudarso, President Director Easton Urban Capital, dan David Sulistyo, Direktur Sakura Land, menyatakan bahwa teknologi ini membuat tim penjualan lebih fokus dan akurat dalam memahami profil konsumen, serta menjadikan proses pengajuan KPR terasa lebih sederhana dan responsif.
Baca Juga: Laporan BI, Harga Properti di Kuartal I 2025 Merayap Naik 1,07 Persen
Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menegaskan dukungannya terhadap kajian skema RTO yang akan segera rampung, sebagai solusi untuk kemudahan kepemilikan rumah. Kajian ini melibatkan perbankan, asosiasi developer properti, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sejalan dengan upaya pemerintah tersebut, MilikiRumah menyatakan kesiapannya untuk membantu mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi FLPP di tahun 2025, serta program 3 juta rumah. Untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan skema Sewa-Beli, perusahaan juga berencana menggalang RTO Fund sebagai alternatif pendanaan bagi investor.
(nng)
Lihat Juga :