Dirjen Kemenkeu Ungkap Kunci Pendorong Ekonomi Indonesia Sejajar dengan Negara Maju

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 17:27 WIB
loading...
Dirjen Kemenkeu Ungkap...
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Masyita Crystalline ungkap faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar dapat sejajar dengan negara-negara maju. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) , Masyita Crystalline menilai, pendalaman sektor keuangan menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar dapat sejajar dengan negara- negara maju .

Menurutnya, negara-negara yang telah lebih dulu mencapai status maju umumnya memiliki sektor dengan nilai tambah tinggi (high value added), Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing langsung yang kuat, serta sektor keuangan yang dalam dan juga likuid.

“Kalau kita lihat banyak negara yang sudah masuk ke negara maju lebih dulu daripada Indonesia dan tumbuh tinggi. Selain punya sektor yang high value added dan FDI yang tinggi, mereka juga memiliki sektor keuangan yang dalam dan benar-benar berperan sebagai enabler bagi pertumbuhan sektor lainnya,” ujar Masyita dalam acara IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/10).

Baca Juga: 108 Negara Berpotensi Gagal Jadi Negara Maju, Indonesia Termasuk?

Ia mencontohkan Vietnam yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih cepat, bukan hanya karena peningkatan investasi dan ekspor, tetapi juga karena pendalaman sektor keuangan yang signifikan.

Masyita menjelaskan, berdasarkan indikator yang dikembangkan oleh IMF, negara dengan sektor keuangan yang lebih beragam, yang mencakup perbankan dan pasar modal, cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Biasanya semakin naik indikator dari sektor keuangan atau financial development indexnya yang tidak hanya diukur dari perbankan di sini termasuk pasar modal, semakin tinggi pertumbuhan ekonominya," ujar Marsyita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Rekomendasi
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Mesir Lolos ke 16 Besar...
Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
Berita Terkini
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved