Purbaya Tak Akan Bangun Badan Penerimaan Negara, Ini Alasannya
Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:55 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa dirinya belum berencana membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa dirinya belum berencana membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) . Ia menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepadanya untuk secara langsung mengurus reformasi pajak dan bea cukai demi mengoptimalkan penerimaan negara ke depan.
"Untuk sementara kayaknya enggak akan dibangun. Pajak dan Bea Cukai akan tetap di Kemenkeu dan saya akan membawahi sendiri, jadi itu bagian saya pajak dan bea cukai," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Baca Juga: GP Ansor Dorong Pemerintah Bentuk Badan Penerimaan Negara
Purbaya memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, Ia akan melanjutkan proses reformasi di dua otoritas utama penerimaan negara tersebut. Upaya ini dilakukan dengan memastikan sistem pengumpulan pajak dan cukai berjalan lebih efektif serta efisien.
"Karena kita akan melakukan berbagai reform termasuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada dan lebih mendisiplinkan pegawai-pegawai bea cukai dan pajak," tegasnya.
Melalui reformasi di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Purbaya optimistis dapat meningkatkan rasio penerimaan perpajakan atau tax ratio sekitar 0,5% pada tahun depan dari posisi saat ini yang berada di kisaran 10%.
Baca Juga: Kemenkeu Dipecah, Anggito Abimanyu Bakal Jadi Menteri Penerimaan Negara
"Ke depan saya harap sih tahun depan dengan mulai hidupnya sektor riil, tax ratio-nya naik otomatis itu setengah persen, ada tambahan income Rp110 triliun lebih, mudah-mudahan itu terjadi," jelas Purbaya.
"Untuk sementara kayaknya enggak akan dibangun. Pajak dan Bea Cukai akan tetap di Kemenkeu dan saya akan membawahi sendiri, jadi itu bagian saya pajak dan bea cukai," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Baca Juga: GP Ansor Dorong Pemerintah Bentuk Badan Penerimaan Negara
Purbaya memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, Ia akan melanjutkan proses reformasi di dua otoritas utama penerimaan negara tersebut. Upaya ini dilakukan dengan memastikan sistem pengumpulan pajak dan cukai berjalan lebih efektif serta efisien.
"Karena kita akan melakukan berbagai reform termasuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada dan lebih mendisiplinkan pegawai-pegawai bea cukai dan pajak," tegasnya.
Melalui reformasi di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Purbaya optimistis dapat meningkatkan rasio penerimaan perpajakan atau tax ratio sekitar 0,5% pada tahun depan dari posisi saat ini yang berada di kisaran 10%.
Baca Juga: Kemenkeu Dipecah, Anggito Abimanyu Bakal Jadi Menteri Penerimaan Negara
"Ke depan saya harap sih tahun depan dengan mulai hidupnya sektor riil, tax ratio-nya naik otomatis itu setengah persen, ada tambahan income Rp110 triliun lebih, mudah-mudahan itu terjadi," jelas Purbaya.
(akr)
Lihat Juga :