Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Siap Operasikan RFCC Terbesar di Balikpapan Kuartal IV-2025
Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Tangki Lawe-Lawe Terbesar di Asia Tenggara
Untuk mendukung suplai bahan baku ke kilang yang lebih besar, Pertamina juga menuntaskan pembangunan dua tangki raksasa penyimpanan minyak mentah di Terminal Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Masing-masing tangki berkapasitas 1 juta barel dengan diameter mencapai 110 meter, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.
Kedua tangki tersebut menambah kapasitas inventori kilang sebanyak 2 juta barel, yang berfungsi sebagai penyangga pasokan minyak mentah menuju Balikpapan. Terminal Lawe-Lawe juga dilengkapi dengan Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT serta jaringan pipa sepanjang 18,9 kilometer, menghubungkan terminal dengan Kilang Balikpapan. Pengisian perdana tangki raksasa ini ditargetkan berlangsung pada awal November 2025.
"Proyek tangki raksasa ini memiliki nilai TKDN sebesar 40,49 persen dan memberikan multiplier effect signifikan melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta tumbuhnya industri pendukung," jelas Milla.
Baca Juga: Dirut Pertamina Sangkal Pertamina Monopoli BBM di Indonesia
Lebih dari sekadar menambah kapasitas produksi, RDMP Balikpapan juga berperan dalam peningkatan kualitas produk bahan bakar. Proyek ini akan menaikkan standar produk dari Euro 2 menjadi setara Euro 5 yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen pemerintah terhadap transisi energi bersih dan berkelanjutan.
"Dampak ekonominya juga besar, baik bagi daerah maupun nasional. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek ini membuka peluang pertumbuhan industri lokal dan memperkuat rantai pasok dalam negeri," tambahnya.
Untuk mendukung suplai bahan baku ke kilang yang lebih besar, Pertamina juga menuntaskan pembangunan dua tangki raksasa penyimpanan minyak mentah di Terminal Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Masing-masing tangki berkapasitas 1 juta barel dengan diameter mencapai 110 meter, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.
Kedua tangki tersebut menambah kapasitas inventori kilang sebanyak 2 juta barel, yang berfungsi sebagai penyangga pasokan minyak mentah menuju Balikpapan. Terminal Lawe-Lawe juga dilengkapi dengan Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT serta jaringan pipa sepanjang 18,9 kilometer, menghubungkan terminal dengan Kilang Balikpapan. Pengisian perdana tangki raksasa ini ditargetkan berlangsung pada awal November 2025.
"Proyek tangki raksasa ini memiliki nilai TKDN sebesar 40,49 persen dan memberikan multiplier effect signifikan melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta tumbuhnya industri pendukung," jelas Milla.
Baca Juga: Dirut Pertamina Sangkal Pertamina Monopoli BBM di Indonesia
Lebih dari sekadar menambah kapasitas produksi, RDMP Balikpapan juga berperan dalam peningkatan kualitas produk bahan bakar. Proyek ini akan menaikkan standar produk dari Euro 2 menjadi setara Euro 5 yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen pemerintah terhadap transisi energi bersih dan berkelanjutan.
"Dampak ekonominya juga besar, baik bagi daerah maupun nasional. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek ini membuka peluang pertumbuhan industri lokal dan memperkuat rantai pasok dalam negeri," tambahnya.
Lihat Juga :