Pupuk Kaltim Dorong Desa Mandiri lewat Program Kompos Terpadu
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Program yang kini melibatkan 175 anggota itu telah memberikan hasil nyata bagi masyarakat Dusun Babadan. Produktivitas pertanian meningkat berkat penggunaan pupuk kompos olahan sendiri, biaya produksi menurun, dan kualitas tanah terjaga. Di sisi lain, sektor peternakan dan perikanan juga tumbuh dengan pengelolaan pakan mandiri berbasis limbah pertanian.
Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga melahirkan kemandirian ekonomi melalui koperasi dan UMKM lokal. Produk olahan seperti kompos, hasil pertanian organik, serta produk turunan peternakan kini tidak hanya dipasarkan di Magetan, tetapi juga ke berbagai daerah lain. Sistem usaha kolektif yang diterapkan koperasi membuat masyarakat lebih tangguh secara finansial.
“Pupuk Kaltim melihat potensi besar di Babadan karena masyarakatnya memiliki semangat gotong royong tinggi. Kami hanya menjadi katalis yang memberikan pendampingan dan dukungan teknis agar mereka mampu mengelola potensi secara mandiri,” tambah Teguh.
Seiring keberhasilan tersebut, Pupuk Kaltim berkomitmen melanjutkan pendampingan masyarakat melalui penguatan kapasitas dan keberlanjutan program PKT BISA. Upaya ini menjadi bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV) yang sejalan dengan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Penghargaan yang kami terima menjadi penyemangat untuk memperluas model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular. PKT BISA adalah bentuk nyata investasi sosial kami dalam membangun kemandirian dan produktivitas masyarakat desa,” tegas Teguh.
Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga melahirkan kemandirian ekonomi melalui koperasi dan UMKM lokal. Produk olahan seperti kompos, hasil pertanian organik, serta produk turunan peternakan kini tidak hanya dipasarkan di Magetan, tetapi juga ke berbagai daerah lain. Sistem usaha kolektif yang diterapkan koperasi membuat masyarakat lebih tangguh secara finansial.
“Pupuk Kaltim melihat potensi besar di Babadan karena masyarakatnya memiliki semangat gotong royong tinggi. Kami hanya menjadi katalis yang memberikan pendampingan dan dukungan teknis agar mereka mampu mengelola potensi secara mandiri,” tambah Teguh.
Seiring keberhasilan tersebut, Pupuk Kaltim berkomitmen melanjutkan pendampingan masyarakat melalui penguatan kapasitas dan keberlanjutan program PKT BISA. Upaya ini menjadi bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV) yang sejalan dengan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Penghargaan yang kami terima menjadi penyemangat untuk memperluas model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular. PKT BISA adalah bentuk nyata investasi sosial kami dalam membangun kemandirian dan produktivitas masyarakat desa,” tegas Teguh.
Lihat Juga :