Bangkit dari Desa, Manfaatkan Peluang Sumber Daya Alam

Selasa, 25 Mei 2021 - 05:54 WIB
loading...
Bangkit dari Desa, Manfaatkan Peluang Sumber Daya Alam
Desa menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi di masa pandemi.FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang masih berjalan memerlukan kerja keras semua pihak untuk terlibat di dalamnya. Salah satu potensi yang bisa dikembangkan adalah desa. Dengan menggali potensi sebuah desa diyakini ekonomi Indonesia akan bisa cepat pulih.

Desa memang berpotensi menjadi tulang punggung pembangunan dan perekonomian nasional. Sejak Undang-Undang (UU) No 6/2014 tentang Desa dan diikuti guyuran dana triliunan rupiah, desa secara perlahan mulai berkembang. Dana desa itu menjadi stimulus bagi perangkat desa dan masyarakat untuk membangun berbagai infrastruktur produktif. Ujungnya, perekonomian desa akan menggeliat.

Baca juga: Serius Kembangkan Desa Wisata, Pendapatan Pujon Kidul Melonjak 100 Kali Lipat

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis pembangunan desa dengan segala potensinya akan menjadi solusi bagi permasalahan bangsa. Tidak hanya mengenai pemulihan ekonomi, tetapi angka kemiskinan juga bisa ditekan dan juga mengatasi masalah urbanisasi.

“Berdirinya BUMDes diberbagai desa bisa menjadi solusi untuk mengurangi angka kemiskinan. Dan ini sudah terjadi dibeberapa desa dengan BUMDes yang berhasil,” ujar Halim kepada KORAN SINDO, pekan lalu.

Halim menegaskan, bangkit dari desa bukan sesuatu hal yang mustahil untuk dilaksanakan. Namun ada beberapa hal terlebih dahulu yang mesti dipenuhi. Salah satunya adalah pemutakhiran data kependudukan desa.Pemutakhiran atau update data ini sangat penting bagi pemerintah khususnya pemerintah daerah untuk bisa fokus dalam membangun daerahnya.

Baca juga: Simbol Kebangkitan Nasional, Sandiaga Tingkatkan Potensi Desa Wisata

Dia mencontohkan, jika di desa A datanya sangat valid bahwa jumlah kemiskinan masih banyak di daerah tersebut, maka dana APBD bisa difokuskan pada daerah yang kantong kemiskinannya masih besar.

“Dengan data yang update dan valid, pemerintah daerah dan pusat, akan mudah dalam merancang kebijakan, program pembangunan, dan intervensi dalam menyelesaikan berbagai masalah,” jelasnya.

Dia pun menyebut, data yang dikumpulkan dari desa dianggap lebih detail dibandingkan yang selama dimiliki berbagai lembaga. “Saya bilang sama bupati, kalau sampean nanti memanfaatkan pemutakhiran data ini secara serius, maka satu periode akan mempunyai prestasi yang luar biasa. Utamanya, penurunan kemiskinan, stunting, dan peningkatan SDM,” tegas Halim.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2687 seconds (11.210#12.26)