Rumah Bibit Desa Berdaya Energi Gunung Kidul Terapkan Electrifying Agriculture Berbasis IoT

Senin, 20 Oktober 2025 - 20:29 WIB
loading...
Rumah Bibit Desa Berdaya...
Sistem penyiraman dan pemeliharaan tanaman di Rumah Bibit Gombang kini diotomatisasi dan didigitalisasi menggunakan energi listrik sebagai sumber utama. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menghadapi tantangan transisi energi dan penurunan emisi karbon, PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menginisiasi program Electrifying Agriculture di Rumah Bibit Desa Berdaya Energi Gunung Kidul. Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN EPI untuk pengembangan biomassa sebagai sumber energi alternatif dalam mendukung program cofiring di pembangkit PLN.

Salah satu inisiatif unggulan di Gunung Kidul adalah pengembangan Rumah Bibit Tanaman Multifungsi seperti Kaliandra dan Indigofera yang digunakan sebagai bahan baku energi sekaligus penopang peternakan lokal. Melalui Electrifying Agriculture, sistem penyiraman dan pemeliharaan tanaman di rumah bibit kini diotomatisasi dan didigitalisasi menggunakan energi listrik sebagai sumber utama.

Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara real-time, termasuk suhu, kelembapan, dan kebutuhan air, sehingga proses pembibitan menjadi lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata sinergi antara transformasi energi bersih dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital.
Teknologi ini tidak hanya membantu pemantauan kondisi tanaman secara real-time, tetapi juga mendorong penggunaan energi bersih untuk mewujudkan pertanian modern yang berkelanjutan.

"Sebelumnya, Rumah Bibit di Gombang masih dijalankan secara konvensional. Kini, dengan penerapan Electrifying Agriculture dan pemanfaatan IoT, Rumah Bibit mampu mengelola proses pembibitan secara cerdas dan efisien," ungkap Mamit dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tani Mulya, Satiman, menegaskan bahwa penerapan sistem berbasis listrik dan digital ini membawa manfaat langsung bagi kelompok tani dalam menekan biaya dan meningkatkan produktivitas di Rumah Bibit Gombang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kembangkan Energi Terbarukan di Desa Keliki
PHR Kembangkan Desa...
PHR Kembangkan Desa Energi di Riau, Ubah Limbah Ternak Jadi Biogas
Wujudkan Desa Energi,...
Wujudkan Desa Energi, 20 Nelayan Tanjung Boleng NTT Dapat Bantuan Kapal
Rekomendasi
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved