Gelombang Pemecatan Pegawai Kemenkeu Berlanjut, Purbaya: Kita Monitor!
Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:15 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Instagram/@menkeuri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan akan ada gelombang pemecatan pegawai Kementerian Keuangan susulan menyusul 26 pegawai yang telah dicopot. Menkeu menegaskan akan terus memonitor perilaku aparat melalui kanal pengaduan langsung dari masyarakat, "Lapor Pak Purbaya".
"Nanti kita lihat. Kan saya sudah buka pengaduan dari ke masyarakat langsung, kan. Nanti kita monitor ke depan, masih ada yang nekat apa nggak," ujar Purbaya usai Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Purbaya Ungkap Rahasia Soeharto Bisa Langgeng Berkuasa sampai 32 Tahun
Purbaya menggarisbawahi komitmennya untuk membersihkan jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ketika ditanya mengenai adanya laporan bahwa 13 pegawai lain sedang diproses, Purbaya menyatakan belum menerima laporan terbaru tersebut secara resmi.
"Itu saya nggak tahu kalau dari Bimo (Dirjen Pajak) itu. Tapi belum, belum saya, belum sampai saya," katanya.
Purbaya sebelumnya telah mencatat bahwa kanal pelaporan "Lapor Pak Purbaya" yang baru dibuka telah menerima hampir 16.000 aduan dalam dua hari, dengan puluhan kasus yang dianggap serius dan akan segera ditindaklanjuti. Bahkan, Purbaya mengancam akan memecat pegawai Bea Cukai yang kedapatan masih nongkrong di ruang publik sambil membicarakan bisnis pribadi.
Baca Juga: Momen Purbaya Terburu-buru Menghampiri Prabowo di Depan Tumpukan Uang Sitaan Rp13 Triliun
Sebagai informasi, langkah pembersihan di Kemenkeu telah dimulai secara masif. Pada awal masa jabatannya, Purbaya pernah mengonfirmasi bahwa 26 pegawai Kemenkeu telah dicopot karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan penyalahgunaan wewenang, sebagian besar berada di bawah DJP dan DJBC. Pemecatan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh aparat Kemenkeu.
"Nanti kita lihat. Kan saya sudah buka pengaduan dari ke masyarakat langsung, kan. Nanti kita monitor ke depan, masih ada yang nekat apa nggak," ujar Purbaya usai Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Purbaya Ungkap Rahasia Soeharto Bisa Langgeng Berkuasa sampai 32 Tahun
Purbaya menggarisbawahi komitmennya untuk membersihkan jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ketika ditanya mengenai adanya laporan bahwa 13 pegawai lain sedang diproses, Purbaya menyatakan belum menerima laporan terbaru tersebut secara resmi.
"Itu saya nggak tahu kalau dari Bimo (Dirjen Pajak) itu. Tapi belum, belum saya, belum sampai saya," katanya.
Purbaya sebelumnya telah mencatat bahwa kanal pelaporan "Lapor Pak Purbaya" yang baru dibuka telah menerima hampir 16.000 aduan dalam dua hari, dengan puluhan kasus yang dianggap serius dan akan segera ditindaklanjuti. Bahkan, Purbaya mengancam akan memecat pegawai Bea Cukai yang kedapatan masih nongkrong di ruang publik sambil membicarakan bisnis pribadi.
Baca Juga: Momen Purbaya Terburu-buru Menghampiri Prabowo di Depan Tumpukan Uang Sitaan Rp13 Triliun
Sebagai informasi, langkah pembersihan di Kemenkeu telah dimulai secara masif. Pada awal masa jabatannya, Purbaya pernah mengonfirmasi bahwa 26 pegawai Kemenkeu telah dicopot karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan penyalahgunaan wewenang, sebagian besar berada di bawah DJP dan DJBC. Pemecatan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh aparat Kemenkeu.
(nng)
Lihat Juga :