Sasaran Hoaks Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pertamina Terus Berikan Edukasi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:32 WIB
loading...
Sasaran Hoaks Satu Tahun...
Isu ekonomi dan energi seperti Pertamina menjadi salah satu yang mendominasi disinformasi atau hoaks di sepanjang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Isu ekonomi dan energi seperti Pertamina menjadi salah satu yang mendominasi disinformasi atau hoaks , selain politik pada urutan pertama di sepanjang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran . Hal ini menunjukkan bahwa ruang digital masih menjadi arena utama pembentukan persepsi publik terhadap pemerintah.

Satu tahun Prabowo–Gibran memperlihatkan bahwa dinamika komunikasi publik di era digital masih rentan terhadap disinformasi. Data menunjukkan bahwa hoaks tidak hanya menjadi cerminan polarisasi politik dan ketegangan sosial, tetapi juga menjadi indikator penting tingkat literasi digital masyarakat.

Melalui riset yang dilakukan sejak 21 Oktober 2024 hingga 19 Oktober 2025, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) memetakan 1.593 hoaks berdasarkan tema, target, saluran, tipe narasi, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatannya.

Baca Juga: Viral Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Beli BBM, Pertamina: Hoaks

Lebih lanjut teridentifikasi adanya pergeseran pola target hoaks yang tadinya berfokus pada isu-isu elektoral, kini beralih menyoroti dan menyerang isu-isu yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan, ekonomi, dan pelayanan publik.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho menyatakan, “Selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, hoaks terus diproduksi dan berevolusi, menyusup di setiap gap regulasi dan gap literasi digital masyarakat. Evolusi dalam bentuk konten deepfake yang mudah diproduksi namun semakin sulit dideteksi, sudah mengadu domba masyarakat Indonesia”

Septiaji menambahkan, ”Scam merupakan salah satu jenis hoaks yang jarang dibahas tuntas di media, padahal korbannya sangat masif, dan bisa menimpa orang terdekat kita. Temuan Mafindo, scam semakin canggih, sudah mulai memanfaatkan AI, menggunakan big data dari hasil kebocoran data pribadi, ini membuat scam ancaman serius bagi siapapun.”

Sementara itu Loina Lalolo Krina Perangin-angin, Presidium Mafindo Pengampu Komite Litbang menyoroti peran kecerdasan buatan dalam produksi konten palsu. “Kami menemukan peningkatan signifikan konten hoaks berbasis AI, terutama deepfake yang sulit dideteksi oleh publik awam”.

Dari sisi akademik, Guru Besar LSPR Institute of Communication and Business, Lely Arrianie menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan masyarakat.

“Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, tapi juga kemampuan kritis dan sosial untuk memahami konteks di balik informasi yang beredar.”

Gambaran Disinformasi Satu Tahun Prabowo–Gibran

Selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, tercatat 1.593 kasus hoaks yang teridentifikasi dan diverifikasi oleh fact-checker Mafindo, tersebar setiap bulan di berbagai platform digital dengan variasi tingkat intensitas. Puncak frekuensi hoaks menurut data terjadi di bulan Juli 2025 yang mencatat frekuensi tertinggi, yaitu 180 hoaks atau sebanyak 11,30% dari total hoaks yang berhasil diverifikasi.

Peningkatan ini terutama berkaitan dengan isu-isu internasional terkait Israel dan Palestina serta isu-isu nasional yang mendapat sorotan publik — seperti evaluasi kinerja kabinet, kebijakan energi, atau dinamika politik pasca 6–8 bulan pemerintahan berjalan.

Bulan November 2024 dan Januari 2025 juga menunjukkan lonjakan jumlah yang cukup signifikan. Setelah puncak penyebaran informasi di bulan Juli 2025, frekuensi penyebaran hoaks cenderung menurun dari Agustus hingga Oktober 2025, dengan kisaran antara 139–85 kasus atau 8,73%–5,34%.

Secara keseluruhan, data gambaran umum disinformasi pada satu tahun masa pemerintahan Prabowo – Gibran menunjukkan bahwa hoaks paling banyak beredar pada fase awal dan pertengahan pemerintahan baru, terutama saat publik mencari kepastian arah kebijakan dan figur pemimpin. Pola ini juga mencerminkan polarisasi politik dan isu ekonomi yang banyak menjadi sasaran manipulasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Kegiatan Homecoming...
Kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Rekomendasi
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
Upacara 17 Agustus:...
Upacara 17 Agustus: Jokowi-Prabowo di IKN, Ma'ruf-Gibran di Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved