Satu Tahun Diplomasi Investasi Indonesia Memperkuat Integrasi Ekonomi Global
Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan lain diplomasi investasi Indonesia selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran adalah terselesaikannya Investment Chapter dalam Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), yang secara resmi ditandatangani pada 24 September 2025 di Ottawa.
Secara umum, Investment Chapter memberikan dasar hukum yang kuat bagi peningkatan investasi bilateral dan mencerminkan keseimbangan antara perlindungan investor dan kedaulatan regulasi nasional. Implementasi perjanjian ini diproyeksikan tak hanya mendongkrak ekspor Indonesia hingga USD11,8 miliar, tetapi juga memberikan tambahan pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12% serta peningkatan investasi sebesar 0,38%.
Pada tahun 2024, investasi langsung Kanada di Indonesia mencapai USD5,1 miliar, menjadikannya salah satu investor terbesar di kawasan Asia Tenggara. Melalui ICA-CEPA, Indonesia Green Investment difokuskan pada lima sektor prioritas, antara lain energi baru terbarukan, infrastruktur listrik, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, sumber daya alam, dan perdagangan karbon.
Sejumlah agenda tindak lanjut juga telah disusun, termasuk Power Generation, Distribution and Transmission Mission to Indonesia pada Oktober 2025 dan Waste, Waste-to-Energy and Clean Energy Trade Mission pada Januari 2026, yang diharapkan menjadi momentum konkret bagi peningkatan investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Selain capaian monumental dengan Uni Eropa dan Kanada, Indonesia juga memperkuat kerja sama investasi di kawasan regional Asia. Indonesia dan Timor-Leste mengukir sejarah dengan menyepakati BIT pada 27 September 2025.
Melengkapi kesepakatan BIT tersebut, Pemerintah Indonesia tengah membahas Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama teknis di bidang promosi dan fasilitasi investasi dengan TradeInvest Timor-Leste. Keberhasilan BIT Indonesia–Timor-Leste ini dapat meningkatkan perlindungan investasi bagi perusahaan asal Indonesia, terutama BUMN yang mendominasi investasi Indonesia di Timor-Leste.
Tercatat, total nilai investasi BUMN mencapai USD1,44 miliar, yang meliputi Telkomsel (USD 169 juta), Pertamina International Timor (USD21 juta), Bank Mandiri Dili (USD 854 juta), dan Bank BRI (USD401 juta).
Di kawasan Asia Tengah, Indonesia juga mencatat kemajuan penting dengan disepakatinya BIT antara Indonesia dan Kazakhstan pada 23 Agustus 2025. Penandatanganan perjanjian investasi tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada kunjungan Menteri Luar Negeri Indonesia ke Kazakhstan pada akhir 2025 atau dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Kazakhstan pada tahun 2026.
Secara umum, Investment Chapter memberikan dasar hukum yang kuat bagi peningkatan investasi bilateral dan mencerminkan keseimbangan antara perlindungan investor dan kedaulatan regulasi nasional. Implementasi perjanjian ini diproyeksikan tak hanya mendongkrak ekspor Indonesia hingga USD11,8 miliar, tetapi juga memberikan tambahan pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12% serta peningkatan investasi sebesar 0,38%.
Pada tahun 2024, investasi langsung Kanada di Indonesia mencapai USD5,1 miliar, menjadikannya salah satu investor terbesar di kawasan Asia Tenggara. Melalui ICA-CEPA, Indonesia Green Investment difokuskan pada lima sektor prioritas, antara lain energi baru terbarukan, infrastruktur listrik, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, sumber daya alam, dan perdagangan karbon.
Sejumlah agenda tindak lanjut juga telah disusun, termasuk Power Generation, Distribution and Transmission Mission to Indonesia pada Oktober 2025 dan Waste, Waste-to-Energy and Clean Energy Trade Mission pada Januari 2026, yang diharapkan menjadi momentum konkret bagi peningkatan investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Selain capaian monumental dengan Uni Eropa dan Kanada, Indonesia juga memperkuat kerja sama investasi di kawasan regional Asia. Indonesia dan Timor-Leste mengukir sejarah dengan menyepakati BIT pada 27 September 2025.
Melengkapi kesepakatan BIT tersebut, Pemerintah Indonesia tengah membahas Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama teknis di bidang promosi dan fasilitasi investasi dengan TradeInvest Timor-Leste. Keberhasilan BIT Indonesia–Timor-Leste ini dapat meningkatkan perlindungan investasi bagi perusahaan asal Indonesia, terutama BUMN yang mendominasi investasi Indonesia di Timor-Leste.
Tercatat, total nilai investasi BUMN mencapai USD1,44 miliar, yang meliputi Telkomsel (USD 169 juta), Pertamina International Timor (USD21 juta), Bank Mandiri Dili (USD 854 juta), dan Bank BRI (USD401 juta).
Di kawasan Asia Tengah, Indonesia juga mencatat kemajuan penting dengan disepakatinya BIT antara Indonesia dan Kazakhstan pada 23 Agustus 2025. Penandatanganan perjanjian investasi tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada kunjungan Menteri Luar Negeri Indonesia ke Kazakhstan pada akhir 2025 atau dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Kazakhstan pada tahun 2026.
Lihat Juga :