Satu Tahun Diplomasi Investasi Indonesia Memperkuat Integrasi Ekonomi Global
Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Dengan nilai FDI dari Kazakhstan selama lima tahun terakhir sebesar USD4,99 juta disepakatinya BIT Indonesia–Kazakhstan menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi investor Kazakhstan di Indonesia maupun investor Indonesia yang akan menggali potensi investasi di sektor logam tanah jarang, pertambangan, energi baru terbarukan serta transportasi dan logistik di Kazakhstan.
Di tengah ketidakpastian dunia akibat persaingan geopolitik dan geoekonomi, capaian perundingan investasi internasional ini menunjukkan keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong Indonesia memperkuat integrasi ekonomi global. Ungkapan “Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak” yang disampaikan Presiden Prabowo terbukti terimplementasi melalui diplomasi investasi yang memperkuat kemitraan strategis dengan mitra di kawasan Uni Eropa dan Asia.
Capaian penyelesaian IEU-CEPA, ICA-CEPA, BIT Indonesia–Timor-Leste, dan BIT Indonesia–Kazakhstan dalam kurun satu tahun ini mencerminkan efektivitas diplomasi investasi Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan, nilai strategis diplomasi investasi yang dijalankan pemerintah dengan negara mitra dapat mendorong peningkatan realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui hilirisasi industri sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.
Sementara itu Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., menyampaikan bahwa keberhasilan penyelesaian CEPA dan BIT tersebut mencerminkan kelincahan diplomasi investasi yang adaptif terhadap dinamika global, sekaligus implementasi dari politik luar negeri bebas aktif.
Baca Juga: Kucuran Investasi Rp491,4 Triliun Masuk ke Indonesia per Kuartal III 2025, Intip Porsinya
Ia menekankan bahwa melalui pendekatan diplomasi investasi yang progresif dan terukur, Indonesia kini semakin diakui sebagai mitra strategis dalam membangun rantai nilai global yang berkelanjutan. Namun demikian, kesepakatan CEPA dan BIT ini harus terus dikawal hingga implementasinya dapat berjalan secara efektif dan berkontribusi pada peningkatan realisasi investasi.
Dengan pijakan kuat dari hasil kesepakatan tersebut, diplomasi investasi terbukti menjadi instrumen penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Di tengah ketidakpastian dunia akibat persaingan geopolitik dan geoekonomi, capaian perundingan investasi internasional ini menunjukkan keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong Indonesia memperkuat integrasi ekonomi global. Ungkapan “Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak” yang disampaikan Presiden Prabowo terbukti terimplementasi melalui diplomasi investasi yang memperkuat kemitraan strategis dengan mitra di kawasan Uni Eropa dan Asia.
Capaian penyelesaian IEU-CEPA, ICA-CEPA, BIT Indonesia–Timor-Leste, dan BIT Indonesia–Kazakhstan dalam kurun satu tahun ini mencerminkan efektivitas diplomasi investasi Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan, nilai strategis diplomasi investasi yang dijalankan pemerintah dengan negara mitra dapat mendorong peningkatan realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui hilirisasi industri sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.
Sementara itu Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., menyampaikan bahwa keberhasilan penyelesaian CEPA dan BIT tersebut mencerminkan kelincahan diplomasi investasi yang adaptif terhadap dinamika global, sekaligus implementasi dari politik luar negeri bebas aktif.
Baca Juga: Kucuran Investasi Rp491,4 Triliun Masuk ke Indonesia per Kuartal III 2025, Intip Porsinya
Ia menekankan bahwa melalui pendekatan diplomasi investasi yang progresif dan terukur, Indonesia kini semakin diakui sebagai mitra strategis dalam membangun rantai nilai global yang berkelanjutan. Namun demikian, kesepakatan CEPA dan BIT ini harus terus dikawal hingga implementasinya dapat berjalan secara efektif dan berkontribusi pada peningkatan realisasi investasi.
Dengan pijakan kuat dari hasil kesepakatan tersebut, diplomasi investasi terbukti menjadi instrumen penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(akr)
Lihat Juga :