BRICS Lanjutkan Dedolarisasi, China Buang Dolar AS Rp860 Triliun
Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC) mengambil langkah untuk menjaga nilai referensi harian yuan pada posisi terkuat dalam satu bulan terakhir. PBOC memperkuat intervensinya setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap China dan sejumlah negara lain pada awal Oktober. Negara-negara anggota BRICS kemudian bersatu menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan AS dan dominasi dolar, serta sepakat mendukung penguatan mata uang lokal, terutama yuan China.
Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun
Ketegangan perdagangan yang kembali meningkat ini diperkirakan akan mendorong lebih banyak eksportir domestik melakukan konversi valuta asing guna mendukung stabilitas yuan. Perkembangan tersebut memberi dorongan tambahan bagi kelompok BRICS, karena langkah pelepasan dolar AS diyakini akan memperkuat posisi yuan di pasar global.
Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun
Ketegangan perdagangan yang kembali meningkat ini diperkirakan akan mendorong lebih banyak eksportir domestik melakukan konversi valuta asing guna mendukung stabilitas yuan. Perkembangan tersebut memberi dorongan tambahan bagi kelompok BRICS, karena langkah pelepasan dolar AS diyakini akan memperkuat posisi yuan di pasar global.
(nng)
Lihat Juga :