Dirut Asabri Dampingi Menhan Sjafrie Kunjungan Kedukaan Prajurit TNI
Senin, 27 Oktober 2025 - 17:24 WIB
loading...
Dirut Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan kedukaan ke rumah keluarga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Papua Pegunungan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Asabri (Persero) Jeffry Haryadi P. Manullang mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan kedukaan ke rumah keluarga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Papua Pegunungan. Kunjungan dilakukan di dua daerah, yakni Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan penghormatan dan dukungan kepada keluarga prajurit yang telah berkorban menjaga kedaulatan Indonesia. Kehadiran Menhan bersama Direktur Utama Asabri tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memastikan hak dan santunan yang menjadi tanggung jawab Asabri tersalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: ASABRI Bayarkan Lebih dari Rp19 Triliun Manfaat Pensiun kepada Hampir 500.000 Peserta
Agenda pertama dilakukan di Pangkep, dengan mengunjungi kediaman almarhum Lettu (Anumerta) Fauzy Ahmad Sulkarnain. Dalam kesempatan itu, Menhan dan Dirut Asabri menyampaikan penghormatan tertinggi atas pengabdian almarhum. Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) bagi keluarga telah diserahkan melalui Kantor Cabang Asabri Makassar pada 13 Oktober 2025.
Selanjutnya, rombongan bertolak ke Kebumen untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum Kopda (Anumerta) Amin Nurohman. Penyerahan manfaat SRKK dilakukan oleh Kantor Cabang Asabri Yogyakarta pada 14 Oktober 2025. Selain menyerahkan santunan, kunjungan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Kehadiran kami ingin menyampaikan salam hormat kepada keluarga almarhum dan ucapan turut berduka cita dari Presiden Prabowo Subianto. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan," ujar Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangan pers, Senin (27/10).
Baca Juga: Menhan: Prajurit TNI dan Rakyat Bersatu Bangun Pertahanan Pulau Terdepan
Ia menambahkan, pengabdian seorang prajurit tidak berhenti di medan tugas, melainkan terus hidup dalam nilai perjuangan yang diwariskan kepada keluarganya. Sementara, Dirut Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang menegaskan, lembaga yang dipimpinnya akan terus hadir mendampingi keluarga peserta, khususnya bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga karena gugur dalam tugas.
"Risiko pekerjaan abdi negara ini sangat tinggi. Kami akan terus mendampingi keluarga dan ahli waris prajurit TNI yang gugur dalam menjaga keharmonisan bangsa. Komitmen kami adalah menjadi sahabat perjuangan peserta sepanjang masa," tutur Jeffry.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan penghormatan dan dukungan kepada keluarga prajurit yang telah berkorban menjaga kedaulatan Indonesia. Kehadiran Menhan bersama Direktur Utama Asabri tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memastikan hak dan santunan yang menjadi tanggung jawab Asabri tersalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: ASABRI Bayarkan Lebih dari Rp19 Triliun Manfaat Pensiun kepada Hampir 500.000 Peserta
Agenda pertama dilakukan di Pangkep, dengan mengunjungi kediaman almarhum Lettu (Anumerta) Fauzy Ahmad Sulkarnain. Dalam kesempatan itu, Menhan dan Dirut Asabri menyampaikan penghormatan tertinggi atas pengabdian almarhum. Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) bagi keluarga telah diserahkan melalui Kantor Cabang Asabri Makassar pada 13 Oktober 2025.
Selanjutnya, rombongan bertolak ke Kebumen untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum Kopda (Anumerta) Amin Nurohman. Penyerahan manfaat SRKK dilakukan oleh Kantor Cabang Asabri Yogyakarta pada 14 Oktober 2025. Selain menyerahkan santunan, kunjungan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Kehadiran kami ingin menyampaikan salam hormat kepada keluarga almarhum dan ucapan turut berduka cita dari Presiden Prabowo Subianto. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan," ujar Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangan pers, Senin (27/10).
Baca Juga: Menhan: Prajurit TNI dan Rakyat Bersatu Bangun Pertahanan Pulau Terdepan
Ia menambahkan, pengabdian seorang prajurit tidak berhenti di medan tugas, melainkan terus hidup dalam nilai perjuangan yang diwariskan kepada keluarganya. Sementara, Dirut Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang menegaskan, lembaga yang dipimpinnya akan terus hadir mendampingi keluarga peserta, khususnya bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga karena gugur dalam tugas.
"Risiko pekerjaan abdi negara ini sangat tinggi. Kami akan terus mendampingi keluarga dan ahli waris prajurit TNI yang gugur dalam menjaga keharmonisan bangsa. Komitmen kami adalah menjadi sahabat perjuangan peserta sepanjang masa," tutur Jeffry.
(nng)
Lihat Juga :