Perang Dagang Mereda, AS dan China Sepakati Penurunan Tarif Fentanyl 10%
Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain isu tarif, kedua pemimpin juga membahas kerja sama di bidang teknologi, termasuk pengaturan ekspor chip produksi Nvidia. Namun, Trump menegaskan bahwa chip tercanggih, seperti seri Blackwell, tidak termasuk dalam pembahasan. "Mereka akan berbicara dengan Nvidia dan pihak lain mengenai pengiriman chip tertentu," katanya.
Direktur China di The Asia Group, Han Shen Lin, menilai keputusan AS menurunkan tarif fentanyl menjadi 10% merupakan tanggapan terhadap keluhan utama Beijing sekaligus pengakuan atas upaya China mengendalikan ekspor bahan prekursor fentanyl.
Baca Juga: Setelah 6 Tahun, Trump dan Xi Jinping Bertemu Lagi Ketika Perseteruan Memanas
Trump juga mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan ke China pada April mendatang, diikuti kunjungan balasan Presiden Xi ke Washington. Managing Director GreenPoint Business di Ankura Consulting, Alfredo Montufar-Helu, menilai hasil pertemuan itu melampaui ekspektasi. Ia menilai diplomasi personal kedua pemimpin menjadi faktor kunci dalam menahan eskalasi ketegangan sekaligus membuka ruang kerja sama baru, meski sejumlah isu mendasar masih belum terselesaikan.
Pertemuan yang berlangsung selama 1 jam 40 menit itu merupakan yang pertama bagi kedua pemimpin dalam enam tahun terakhir. Dalam pernyataan resminya, kantor berita Xinhua mengutip Xi yang menyerukan "dialog ketimbang konfrontasi" dan menekankan pentingnya komunikasi rutin di berbagai level. Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, energi, ekonomi, serta memperluas pertukaran budaya.
Direktur China di The Asia Group, Han Shen Lin, menilai keputusan AS menurunkan tarif fentanyl menjadi 10% merupakan tanggapan terhadap keluhan utama Beijing sekaligus pengakuan atas upaya China mengendalikan ekspor bahan prekursor fentanyl.
Baca Juga: Setelah 6 Tahun, Trump dan Xi Jinping Bertemu Lagi Ketika Perseteruan Memanas
Trump juga mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan ke China pada April mendatang, diikuti kunjungan balasan Presiden Xi ke Washington. Managing Director GreenPoint Business di Ankura Consulting, Alfredo Montufar-Helu, menilai hasil pertemuan itu melampaui ekspektasi. Ia menilai diplomasi personal kedua pemimpin menjadi faktor kunci dalam menahan eskalasi ketegangan sekaligus membuka ruang kerja sama baru, meski sejumlah isu mendasar masih belum terselesaikan.
Pertemuan yang berlangsung selama 1 jam 40 menit itu merupakan yang pertama bagi kedua pemimpin dalam enam tahun terakhir. Dalam pernyataan resminya, kantor berita Xinhua mengutip Xi yang menyerukan "dialog ketimbang konfrontasi" dan menekankan pentingnya komunikasi rutin di berbagai level. Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, energi, ekonomi, serta memperluas pertukaran budaya.
Lihat Juga :