4 Alasan Kenapa Status STIP Harus Tetap Dipertahankan

Sabtu, 01 November 2025 - 17:03 WIB
loading...
4 Alasan Kenapa Status...
Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) mendukung dipertahankan status Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta di tengah munculnya wacana perubahan menjadi Politeknik Pelayaran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) mendukung dipertahankan status Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta di tengah munculnya wacana perubahan menjadi Politeknik Pelayaran . Dukungan menjaga status STIP, mengingat sejarah panjang yang telah dilalui sebagai perguruan tinggi pelayaran tertua di Indonesia.

Melalui Surat Pernyataan Nomor: 015/SU-CAAIP/10/2025 Perihal Dukungan terhadap Pengembangan STIP Jakarta tertanggal 30 Oktober 2025, CAAIP mendukung penuh pemerintah untuk mengembangkan STIP menjadi institusi yang lebih besar baik secara akademik, vokasi dan profesi.

Baca Juga: 5 Sekolah Kedinasan Terbaik di Jakarta, Nomor 1 dan 2 Lulus Jadi Calon PNS

Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Iko Johansyah, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) CAAIP serta Muhammad Irwansyah, Sekretaris Umum BPP CAAIP mengutarakan beberapa aspek krusial yang menjadi pertimbangan agar status STIP dipertahankan, bahkan dikembangkan.

4 Alasan Kenapa Status STIP Harus Tetap Dipertahankan

Berikut 4 Alasan Kenapa Status STIP Harus Dipertahankan:

1. Aspek Historis dan Identitas Institusi

STIP Jakarta telah berdiri sejak tahun 1953 yang diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno dan dikenal luas sebagai lembaga pendidikan tinggi pelayaran tertua serta menjadi barometer pendidikan tinggi maritim di Indonesia. Perubahan bentuk kelembagaan dikhawatirkan akan menghilangkan identitas historis dan reputasi yang telah terbangun selama hampir tujuh dekade.

2. Aspek Akademik dan Reputasi Internasional

STIP Jakarta saat ini telah menyelenggarakan program pendidikan dari tingkat Diploma IV dan Program Pascasarjana (Magister Terapan). Struktur kelembagaan sebagai Sekolah Tinggi memberikan fleksibilitas akademik yang luas, termasuk dalam pengembangan kerja sama internasional, pembukaan program studi baru baik akademik dan vokasi, program double degree, serta rencana menuju World Class Maritime University.

3. Aspek Jejaring dan Pengakuan Global

STIP merupakan satu-satunya institusi di Asia Tenggara yang menjadi penyelenggara Diklat yang diakui oleh International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA) dan Satu-satunya Perguruan Tinggi Pelayaran yang menjadi anggota International Association Maritime University (IAMU).

Berdasarkan komunikasi resmi, IALA dan IAMU hanya mengakui dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi berstatus minimal Sekolah Tinggi, bukan Politeknik. Perubahan bentuk kelembagaan berpotensi menyebabkan hilangnya kerja sama strategis tersebut.

4. Aspek Regulasi dan Pengembangan SDM Nasional

Kelembagaan STIP sebagai Sekolah Tinggi selaras dengan mandat UU No 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran dalam menyediakan tenaga pelaut dan profesional maritim tingkat tinggi. Dengan struktur saat ini, STIP dapat terus mengembangkan pendidikan vokasi dan akademik terapan secara terpadu tanpa perlu mengubah bentuk institusi.

Baca Juga: Kejayaan Indonesia Ada di Laut, SDM Unggul Sektor Pelayaran Disiapkan

"Berdasarkan pertimbangan tersebut, Alumni STIP Jakarta (CAAIP) secara tegas menyatakan dukungan agar STIP Jakarta dapat mengembangkan STIP menjadi institusi yang lebih besar baik secara akademik, vokasi dan profesi, serta terus diarahkan menuju peningkatan status dan pengakuan nasional maupun internasional tanpa mengubah bentuk kelembagaannya," ucap Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) CAAIP.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa China Tembus Blokade Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel Minyak Irak
Rebutan Terusan Panama,...
Rebutan Terusan Panama, AS Ajak 6 Negara Gebukin Dominasi China
6 Kapal Tanker Minyak...
6 Kapal Tanker Minyak Iran Diusir Paksa Militer AS, Selat Hormuz Kini Jadi Lautan Mati
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya Soal Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
Menuju Pelayaran Lebih...
Menuju Pelayaran Lebih Aman, BKI Gelar Sosialisasi Penerimaan Kapal Baru dan Kapal Lama
Menhub Angkat Bicara...
Menhub Angkat Bicara Soal Tragedi Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Singgung Izin Berlayar
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Demi Keselamatan dan...
Demi Keselamatan dan Atasi Antrean, Pemerintah Diminta Tambah Fasilitas Sandar Kapal
Perairan Raja Ampat...
Perairan Raja Ampat Perlu Transformasi Navigasi untuk Cegah Kecelakaan Berulang
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved