Perang Dagang Melunak, AS Bekukan Aturan 50% ke China

Sabtu, 01 November 2025 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Penerapan aturan ini dipandang sebagai eskalasi signifikan karena berpotensi memukul ribuan anak perusahaan yang tersebar tidak hanya di China dan Rusia, tetapi juga di pusat-pusat keuangan utama di Barat dan Asia, menurut analisis lembaga riset Kharon pada Juni lalu.

Meskipun demikian, Gedung Putih dan Departemen Perdagangan AS belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rincian kesepakatan tersebut, termasuk apakah penangguhan aturan 50% berlaku untuk seluruh entitas yang tercakup atau hanya yang berkaitan spesifik dengan China.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan China (MoC) telah mengonfirmasi penangguhan ini dalam pernyataan resminya. MoC menyatakan bahwa AS akan menangguhkan penerapan aturan tersebut selama setahun, dan China akan menangguhkan tindakan pengendalian ekspor terkait yang mereka umumkan pada 9 Oktober.

Baca Juga: Perang Dagang Mereda, AS dan China Sepakati Penurunan Tarif Fentanyl 10%

Penangguhan rezim ekspor mineral tanah jarang dari China merupakan konsesi yang sangat strategis bagi Washington. China menguasai sekitar 70% produksi tambang tanah jarang global, menjadikannya pemain dominan dalam pasokan mineral vital untuk industri teknologi, mulai dari ponsel pintar hingga baterai kendaraan listrik.

Selain penangguhan sanksi, Presiden Trump juga mengumumkan bahwa sebagai bagian dari kerangka kesepakatan yang lebih luas, Beijing sepakat untuk memulai proses pembelian energi dari AS, termasuk minyak dan gas alam dari Alaska, serta melanjutkan impor kedelai asal Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Rekomendasi
Rudy Susmanto Raih Penghargaan...
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Bergengsi dalam Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved