TikTok Hapus Konten-konten Penipuan yang Mengatasnamakan Perusahaan
Kamis, 06 November 2025 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, VP Head of National Digital Brand Engagement Strategy IM3, Hodo Purwoko, mengungkapkan bahwa sekitar 65% masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggu, baik melalui pesan seluler maupun kanal digital. Modus yang kerap digunakan antara lain hadiah palsu, lowongan kerja fiktif, pesan spam, hingga investasi bodong.
“Penipuan kini tidak hanya lewat SMS atau telepon, tapi juga marak di kanal digital yang mengatasnamakan perusahaan. Karena itu, penting untuk selalu memverifikasi akun dan sumber informasi sebelum mengklik tautan,” ujar Hodo dalam sesi dialog interaktif kampanye #PikirDuaKali.
Baca Juga: Waspada! Skema Ponzi TikTok Live: Modal Gift Galaxy Dijanjikan Puluhan Juta
TikTok memastikan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penipuan atau manipulasi di platformnya. Semua konten yang melanggar Panduan Komunitas akan langsung dihapus. Selain itu, fitur pelaporan di TikTok juga dirancang anonim agar pengguna merasa aman ketika melaporkan konten mencurigakan.
Baik TikTok maupun mitranya menilai edukasi publik menjadi langkah paling efektif untuk menghadapi maraknya praktik phishing, penipuan digital, dan rekayasa sosial daring. “Pastikan sumber informasi berasal dari akun terverifikasi. Pelajari apakah tautannya resmi dan siapa pengirimnya. Dari sisi kami, IM3 terus memperkuat sistem proteksi agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Hodo.
“Penipuan kini tidak hanya lewat SMS atau telepon, tapi juga marak di kanal digital yang mengatasnamakan perusahaan. Karena itu, penting untuk selalu memverifikasi akun dan sumber informasi sebelum mengklik tautan,” ujar Hodo dalam sesi dialog interaktif kampanye #PikirDuaKali.
Baca Juga: Waspada! Skema Ponzi TikTok Live: Modal Gift Galaxy Dijanjikan Puluhan Juta
TikTok memastikan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penipuan atau manipulasi di platformnya. Semua konten yang melanggar Panduan Komunitas akan langsung dihapus. Selain itu, fitur pelaporan di TikTok juga dirancang anonim agar pengguna merasa aman ketika melaporkan konten mencurigakan.
Baik TikTok maupun mitranya menilai edukasi publik menjadi langkah paling efektif untuk menghadapi maraknya praktik phishing, penipuan digital, dan rekayasa sosial daring. “Pastikan sumber informasi berasal dari akun terverifikasi. Pelajari apakah tautannya resmi dan siapa pengirimnya. Dari sisi kami, IM3 terus memperkuat sistem proteksi agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Hodo.
(nng)
Lihat Juga :