Indonesia Buka Pasar Karbon Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Inklusif

Minggu, 09 November 2025 - 08:06 WIB
loading...
A A A


Hashim menambahkan, pemerintah memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai pusat pasar karbon global yang berdampak nyata terhadap penurunan emisi dan penciptaan nilai ekonomi baru. Menurutnya, keberadaan pasar karbon bukan hanya instrumen lingkungan, tetapi juga mesin ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat mata pencaharian, dan menumbuhkan komunitas peduli lingkungan di berbagai daerah.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai penerbitan regulasi baru tersebut menjadi tonggak penting bagi sektor kehutanan yang selama ini memegang peran strategis dalam penyediaan kredit karbon. Ia menegaskan bahwa pasar karbon akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui program seperti Perhutanan Sosial dan rehabilitasi lahan kritis. “Kebijakan ini menjadikan perlindungan hutan sebagai aktivitas ekonomi yang layak dan menguntungkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkuat tata kelola pasar karbon, Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan empat peraturan turunan, antara lain revisi Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2023 tentang Prosedur Perdagangan Karbon di Sektor Kehutanan, serta penyusunan aturan baru mengenai pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi. Raja Juli menargetkan kebijakan ini dapat menggerakkan transaksi hingga USD7,7 miliar per tahun dan memastikan setiap ton emisi dapat dilacak dan diverifikasi secara transparan.

Baca Juga: Indonesia Mobilisasi Rp128,5 Triliun per Tahun dari Pasar Karbon
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Lantik 734 Perwira Prajurit...
Lantik 734 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan Adaptasi Teknologi
Berita Terkini
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
Prioritaskan Lingkungan,...
Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved