BPS: Indeks Pembangunan Manusia Kepulauan Riau dan Papua Barat Daya Naik Kelas

Minggu, 16 November 2025 - 14:06 WIB
loading...
BPS: Indeks Pembangunan...
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terkini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terkini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. IPM Indonesia terus melanjutkan tren positif, melonjak signifikan dari 75,02 di tahun 2024 menjadi 75,90 di 2025. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa terdapat peningkatan status pembangunan manusia di dua provinsi.

"Kepulauan Riau naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi, sementara Papua Barat Daya meningkat dari sedang menjadi tinggi. Seluruh indikator pembentuk IPM di kedua provinsi tersebut mengalami peningkatan. Ini tentu capaian positif yang patut diapresiasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (11/11/2025).

Baca Juga: Topang Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Tumbuh 5,49% di Kuartal III-2025

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan nyata kualitas hidup masyarakat di seluruh aspek yang diukur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dengan kata lain, sumber daya manusia Indonesia semakin berkualitas. Menurut status pembangunan manusia, BPS mencatat 3 provinsi masuk kategori sangat tinggi, 30 provinsi kategori tinggi, 4 provinsi kategori sedang, dan 1 provinsi berkategori rendah, yakni Papua Pegunungan.



Di Kepulauan Riau, IPM naik dari 79,89 (2024) menjadi 80,53 (2025). Kenaikan terjadi pada seluruh indikator, yakni umur harapan hidup dari 75,12 menjadi 75,46 tahun; rata-rata lama sekolah dari 10,50 menjadi 10,72 tahun; harapan lama sekolah dari 13,27 menjadi 13,28 tahun; serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik dari Rp 15,57 juta menjadi Rp 15,88 juta.

Capaian serupa terlihat di Papua Barat Daya. IPM provinsi ini meningkat dari 69,65 menjadi 70,55. Umur harapan hidup naik dari 70,02 menjadi 70,31 tahun, rata-rata lama sekolah dari 8,39 menjadi 8,69 tahun, harapan lama sekolah dari 13,88 menjadi 13,89 tahun, dan pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan dari Rp 8,73 juta menjadi Rp 9,07 juta per tahun.

Baca Juga: Aktivitas Ekonomi Meningkat, Didorong Sektor Pariwisata dan Stabilitas Inflasi

Secara nasional, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia tahun ini dengan skor 85,05, diikuti DI Yogyakarta (82,48) dan Kepulauan Riau (80,53). Ketiganya masuk dalam kategori pembangunan manusia sangat tinggi dengan nilai IPM di atas 80. "Ketiga provinsi tersebut termasuk kategori pembangunan manusia sangat tinggi, yaitu angka IPM diatas 80," jelas Amalia.

Peningkatan IPM yang terus berlanjut ini mencerminkan keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat. Pada saat yang sama, capaian tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk terus mempercepat perbaikan di wilayah dan indikator yang masih memerlukan perhatian lebih, agar pembangunan tidak hanya meningkat tapi juga merata.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Rekomendasi
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Berita Terkini
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Infografis
Rusia dan Korut Akan...
Rusia dan Korut Akan Menghadapi Sanksi Barat Bersama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved