Trump Janjikan Bagi-bagi Dividen Tarif, Tiap Warga AS Dapat Rp33 Juta

Rabu, 12 November 2025 - 19:51 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Bom Bunuh Diri Guncang Islamabad, Menhan Pakistan Tetapkan Status Perang

Selain itu, legalitas tarif impor yang diterapkan Trump saat ini masih diuji di Mahkamah Agung. Jika tarif dinyatakan melanggar Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA), pemerintah dapat diwajibkan mengembalikan dana kepada importir. CRFB memperkirakan butuh tujuh tahun untuk mengumpulkan kembali pendapatan tarif yang cukup guna menutup biaya rencana dividen tersebut.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut dalam program This Week di stasiun ABC bahwa bantuan USD2.000 mungkin tidak berbentuk cek tunai, melainkan insentif pajak dari pendapatan tarif. Skema itu, menurut dia, selaras dengan kebijakan pajak baru yang disahkan Trump pada Juli lalu, seperti pembebasan pajak untuk tip, lembur, dan tunjangan Jaminan Sosial, serta kredit pajak kendaraan.

"Bisa jadi ini bukan dividen dalam bentuk uang tunai baru, tetapi berupa pemotongan pajak yang sudah termasuk dalam paket kebijakan presiden," ujar Bessent. Namun, ia juga mengaku belum mendiskusikan langsung rencana tersebut dengan Trump.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis bahwa dana tarif, yang tersisa setelah pembayaran USD2.000 akan digunakan untuk mengurangi utang nasional secara signifikan. Namun, hingga kini, pendapatan tarif masih diarahkan untuk menekan defisit fiskal, bukan mengurangi total utang. Sejumlah pakar menilai, jika Mahkamah Agung membatalkan dasar hukum tarif tersebut, pemerintah justru berpotensi menambah utang baru untuk menutup kewajiban pengembalian kepada importir.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Berita Terkini
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved