Masyarakat Kelas Menengah Pengguna Terbesar Pinjol, Terpusat di Pulau Jawa
Kamis, 13 November 2025 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
"Kepercayaan publik adalah modal utama. Tanpa etika dan kepatuhan, pertumbuhan fintech tidak akan berkelanjutan,” tegas Harun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta turut menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BFN 2025. Menurutnya, tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini, di mana digitalisasi telah menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa di tengah percepatan inovasi teknologi keuangan dan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Baca Juga: 21 Perusahaan Pinjol Diperiksa KPPU Soal Dugaan Kartel Suku Bunga
"Hanya melalui sinergi antara regulator, industri, dan masyarakat, transformasi digital dapat berlangsung secara inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Fintech kini bukan hanya inovasi, melainkan instrumen nyata untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional,” kata Filianingsih.
Sementara itu, Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT, dan Daerah, OJK, Bambang Mukti Riyadi menilai penyelenggaraan BFN Tahun 2025 ini menjadi wujud nyata sinergi nasional dan membuka peluang kerjasama internasional, dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi, menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab, dan memastikan transformasi digital ini benar-benar menghadirkan kemajuan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Bambang.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta turut menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BFN 2025. Menurutnya, tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini, di mana digitalisasi telah menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa di tengah percepatan inovasi teknologi keuangan dan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Baca Juga: 21 Perusahaan Pinjol Diperiksa KPPU Soal Dugaan Kartel Suku Bunga
"Hanya melalui sinergi antara regulator, industri, dan masyarakat, transformasi digital dapat berlangsung secara inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Fintech kini bukan hanya inovasi, melainkan instrumen nyata untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional,” kata Filianingsih.
Sementara itu, Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT, dan Daerah, OJK, Bambang Mukti Riyadi menilai penyelenggaraan BFN Tahun 2025 ini menjadi wujud nyata sinergi nasional dan membuka peluang kerjasama internasional, dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi, menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab, dan memastikan transformasi digital ini benar-benar menghadirkan kemajuan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Bambang.
(akr)
Lihat Juga :