Perkuat Bisnis Peserta UMK Academy 2025, Pertamina Beri Pelatihan Tematik
Kamis, 13 November 2025 - 20:42 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) menggelar pelatihan tematik bagi ratusan pelaku usaha mikro dan kecil peserta program Pertamina UMK Academy 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menggelar pelatihan tematik bagi ratusan pelaku usaha mikro dan kecil peserta program Pertamina UMK Academy 2025. Pelatihan ini bertujuan memperluas pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan daya saing pelaku UMK.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, Pertamina terus melakukan berbagai inovasi agar program Pertamina UMK Academy dapat membantu para pelaku usaha naik kelas lebih cepat. Salah satunya dengan menggelar pelatihan tematik, yang diikuti para peserta berdasarkan sektor usaha ditekuni seperti craft, furniture, jewelry, food and beverage (F&B), agribisnis, jasa, teknologi, fashion dan wastra.
"Melalui pelatihan tematik ini diharapkan UMK dapat mengembangkan usaha sesuai sektornya, di mana mereka mendapatkan tambahan pengetahuan yang lebih spesifik, seperti untuk kelas fesyen lebih kepada trend mode, manajemen rantai pasok, dan lain-lain. Dengan demikian UMK lebih fokus dalam pengembangan usahanya, sehingga siap bersaing dan menjadi pemimpin pasar di sektor usaha yang ditekuninya," ungkap Baron melalui keterangan pers, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: 730 Peserta Terbaik Lolos Pertamina UMK Academy 2025 Skala Nasional
Untuk pelatihan ini, Pertamina menghadirkan beberapa pemateri profesional antara lain pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty; pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda; pendiri perusahaan beras organik Sirtanio Organik Indonesia serta Satu Atap Coworking Space Surabaya Ahmad Tessario, serta pengamat mode dan salah satu pendiri Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria.
Luthfia, misalnya, memberikan pelatihan tematik untuk sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia membagikan pengalamannya serta membaca tren dan arah pasar tahun 2026. Sementara, Stenly Hendi Avanda mengangkat persoalan distribusi, promosi, dan pengembangan produk sektor food and beverage (F&B). Ia menyarankan peserta memaksimalkan media sosial untuk promosi.
Peserta Pertamina UMK Academy 2025, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengatakan pelatihan itu membuka wawasan tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. "Pelatihan ini mendukung peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang punya daya saing internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Didukung Pertamina UMK Academy, Sasagu Bawa Olahan Pangan Lokal Papua Go Global
Kemudian, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengaku lebih memahami cara menghitung ongkos produksi setelah mengikuti kelas tematik fesyen. Ia jadi mengetahui perbedaan katalog, lookbook, serta line sheet dan penerapannya dalam pemasaran. "Kelas ini bukan cuma menambah ilmu, tapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan brand saya," kata dia.
Pertamina meneguhkan komitmen dalam mendukung UMKM naik kelas melalui Pertamina UMK Academy 2025. Inisiatif ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan melalui berbagai pelatihan serta akses permodalan bagi UMKM. "Upaya ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Baron.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, Pertamina terus melakukan berbagai inovasi agar program Pertamina UMK Academy dapat membantu para pelaku usaha naik kelas lebih cepat. Salah satunya dengan menggelar pelatihan tematik, yang diikuti para peserta berdasarkan sektor usaha ditekuni seperti craft, furniture, jewelry, food and beverage (F&B), agribisnis, jasa, teknologi, fashion dan wastra.
"Melalui pelatihan tematik ini diharapkan UMK dapat mengembangkan usaha sesuai sektornya, di mana mereka mendapatkan tambahan pengetahuan yang lebih spesifik, seperti untuk kelas fesyen lebih kepada trend mode, manajemen rantai pasok, dan lain-lain. Dengan demikian UMK lebih fokus dalam pengembangan usahanya, sehingga siap bersaing dan menjadi pemimpin pasar di sektor usaha yang ditekuninya," ungkap Baron melalui keterangan pers, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: 730 Peserta Terbaik Lolos Pertamina UMK Academy 2025 Skala Nasional
Untuk pelatihan ini, Pertamina menghadirkan beberapa pemateri profesional antara lain pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty; pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda; pendiri perusahaan beras organik Sirtanio Organik Indonesia serta Satu Atap Coworking Space Surabaya Ahmad Tessario, serta pengamat mode dan salah satu pendiri Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria.
Luthfia, misalnya, memberikan pelatihan tematik untuk sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia membagikan pengalamannya serta membaca tren dan arah pasar tahun 2026. Sementara, Stenly Hendi Avanda mengangkat persoalan distribusi, promosi, dan pengembangan produk sektor food and beverage (F&B). Ia menyarankan peserta memaksimalkan media sosial untuk promosi.
Peserta Pertamina UMK Academy 2025, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengatakan pelatihan itu membuka wawasan tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. "Pelatihan ini mendukung peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang punya daya saing internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Didukung Pertamina UMK Academy, Sasagu Bawa Olahan Pangan Lokal Papua Go Global
Kemudian, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengaku lebih memahami cara menghitung ongkos produksi setelah mengikuti kelas tematik fesyen. Ia jadi mengetahui perbedaan katalog, lookbook, serta line sheet dan penerapannya dalam pemasaran. "Kelas ini bukan cuma menambah ilmu, tapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan brand saya," kata dia.
Pertamina meneguhkan komitmen dalam mendukung UMKM naik kelas melalui Pertamina UMK Academy 2025. Inisiatif ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan melalui berbagai pelatihan serta akses permodalan bagi UMKM. "Upaya ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Baron.
(nng)
Lihat Juga :