Buyback Saham BMRI Perkuat Kepercayaan Investor

Jum'at, 14 November 2025 - 21:38 WIB
loading...
Buyback Saham BMRI Perkuat...
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, bahwa buyback merupakan salah satu aksi korporasi yang paling dinanti pelaku pasar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Aksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang membeli kembali sahamnya atau buyback dinilai bisa menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham bank tersebut. Langkah tersebut juga menegaskan fundamental kuat BMRI sekaligus memperkuat prospek sektor perbankan di tengah tren penurunan suku bunga acuan.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, bahwa buyback merupakan salah satu aksi korporasi yang paling dinanti pelaku pasar. Menurutnya, kebijakan itu akan memperkuat kepercayaan investor serta menjaga valuasi saham agar kembali mencerminkan kinerja keuangan perusahaan.

“Buyback memang paling ditunggu investor. Saat pengumuman dilakukan, saham BMRI langsung menunjukkan tren bullish. Jadi wajar jika hal itu mencerminkan respons positif terhadap rencana buyback,” ujarnya dikutip Jumat (14/11/2025).

Baca Juga: Tips MotionTrade: 2 Keuntungan Buyback Saham untuk Investor

Menurut Nafan, tujuan utama buyback BMRI adalah mengembalikan performa harga saham agar selaras dengan fundamental perusahaan, sekaligus meningkatkan likuiditas serta kapitalisasi pasar (market cap). Langkah itu pun diharapkan mendorong partisipasi aktif investor untuk kembali mengakumulasi saham BMRI.



Bank Mandiri sebelumnya telah mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp1,17 triliun sebagaimana disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Plaza Mandiri, Jakarta, pada 25 Maret 2025. Dana buyback akan bersumber dari kas internal perseroan dan dapat dilakukan secara bertahap ataupun sekaligus dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah mendapat persetujuan RUPS.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Bank Mandiri menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai jangka panjang saham BMRI sekaligus mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis perusahaan. Selain buyback, RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp43,5 triliun atau setara 78% dari laba bersih tahun buku 2024 yang mencapai Rp55,78 triliun.

Besaran tersebut naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 60% atau Rp33,03 triliun. Dividen Bank Mandiri tahun buku 2024 yang setara Rp466,18 per saham, menjadikannya salah satu rasio pembagian dividen tertinggi di sektor perbankan nasional.

Nafan menilai prospek saham BMRI tetap cerah seiring dengan kondisi makroekonomi yang mendukung. Penurunan suku bunga acuan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan kredit dari level satu digit menjadi dua digit dalam waktu dekat.

Baca Juga: Buyback Saham Perbankan Bisa Jadi Katalis Positif Jangka Pendek

“Prospek emiten perbankan masih positif. Target pertumbuhan kredit tahun ini memang masih single digit, tetapi ada peluang meningkat menjadi double digit seiring tren suku bunga acuan yang turun. Ini akan memperbesar margin keuntungan perbankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, stabilitas dividen juga menjadi faktor penting bagi investor. Dengan kinerja keuangan yang solid dan kebijakan dividen yang atraktif, BMRI dinilai berpotensi menjadi saham unggulan di sektor perbankan untuk jangka menengah. Investor tentu memperhatikan dividen.

“Dengan adanya buyback dan potensi kenaikan margin, BMRI semakin menarik untuk jangka menengah,” katanya.

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi akumulasi beli untuk saham BMRI dengan target harga di kisaran Rp4.640 hingga Rp4.770 per saham.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
MJM 2026 Jadi Gelaran...
MJM 2026 Jadi Gelaran Terbesar dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Bank Mandiri Salurkan...
Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
Rekomendasi
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved