BTN Resmi Lepas Unit Syariah ke BSN, Nilai Aset Tembus Rp70 Triliun
Selasa, 18 November 2025 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah (RP3SI) 2023–2027 dari OJK, yang mendorong percepatan pertumbuhan bank syariah melalui konsolidasi UUS, pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), penyusunan pedoman produk syariah, perluasan layanan, serta peningkatan akses pembiayaan bagi UMK unbankable.
Dari sisi kinerja, UUS BTN mencatat pertumbuhan konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada periode 2020–2024, aset tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 16,36 persen, pembiayaan naik 15,04 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) bertambah 20,12 persen. Kontribusi aset UUS terhadap total aset BTN juga meningkat dari 9,14 persen pada 2020 menjadi 12,90 persen pada 2024.
Saat ini, jaringan UUS BTN meliputi 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 589 Kantor Layanan Syariah di seluruh Indonesia. Dukungan teknologi yang sebagian besar telah terpisah serta SDM yang siap operasional menjadi modal bagi UUS BTN untuk berdiri sendiri. "Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh," ujar Nixon.
Baca Juga: Direstui OJK, BRI Life Spin Off Unit Usaha Syariah di 2026
Dengan selesainya spin-off, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan dialihkan ke BSN. Formalisasi perpindahan tersebut akan diputuskan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025. Setelah penggabungan, aset BSN tercatat sebesar Rp71,3 triliun, mengokohkan posisinya sebagai BUS terbesar kedua nasional.
Lihat Juga :