Konsumsi Masyarakat Menggeliat, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Makin Kuat
Minggu, 23 November 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
BPS mencatat ekspor nonmigas Agustus 2025 mencapai USD23,89 miliar, naik 6,68% dibandingkan Agustus 2024. Secara kumulatif JanuariāAgustus, pertumbuhan ekspor nonmigas mencapai 9,5%. Kinerja ini menjadi penopang utama PDB pada saat permintaan global di berbagai negara masih melemah.
Dari sisi investasi, PMTB tumbuh 6,99% dan tetap berada pada zona ekspansif. Pertumbuhan ini ditopang aktivitas industri manufaktur, stabilnya pembangunan infrastruktur, serta permintaan domestik yang terus meningkat. Dunia usaha memandang prospek ekonomi positif di tengah stabilitas harga.
Kendali inflasi menjadi faktor penting dalam menopang daya beli. Harga kebutuhan pokok relatif stabil sepanjang tahun, tanpa gejolak berarti. Kenaikan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi juga mencerminkan bahwa kepercayaan terhadap stabilitas kondisi ekonomi tetap kuat.
Meski demikian, sejumlah risiko masih harus diwaspadai, terutama perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas. Namun, struktur perekonomian domestik yang semakin bertumpu pada konsumsi, belanja fiskal, dan ekspor nonmigas memberi ruang lebih besar bagi Indonesia untuk menavigasi ketidakpastian tersebut.
Menjelang akhir tahun, pemerintah menilai penting untuk terus menjaga narasi optimisme agar pelaku ekonomi tetap percaya diri dalam meningkatkan belanja dan investasi. Sentimen positif ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi penguatan ekonomi tidak hanya pada kuartal IV, tetapi juga pada tahun-tahun mendatang.
Dari sisi investasi, PMTB tumbuh 6,99% dan tetap berada pada zona ekspansif. Pertumbuhan ini ditopang aktivitas industri manufaktur, stabilnya pembangunan infrastruktur, serta permintaan domestik yang terus meningkat. Dunia usaha memandang prospek ekonomi positif di tengah stabilitas harga.
Kendali inflasi menjadi faktor penting dalam menopang daya beli. Harga kebutuhan pokok relatif stabil sepanjang tahun, tanpa gejolak berarti. Kenaikan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi juga mencerminkan bahwa kepercayaan terhadap stabilitas kondisi ekonomi tetap kuat.
Fondasi Kuat Memasuki 2026
Dengan kombinasi konsumsi yang menguat, belanja pemerintah yang agresif, ekspor nonmigas yang solid, dan stabilitas harga yang terjaga, kuartal IV-2025 diperkirakan menjadi periode pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025. Pemerintah memandang momentum ini sebagai fondasi kuat memasuki 2026, tahun yang menurut proyeksi menteri keuangan berpotensi mencapai pertumbuhan sekitar 6%.Meski demikian, sejumlah risiko masih harus diwaspadai, terutama perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas. Namun, struktur perekonomian domestik yang semakin bertumpu pada konsumsi, belanja fiskal, dan ekspor nonmigas memberi ruang lebih besar bagi Indonesia untuk menavigasi ketidakpastian tersebut.
Menjelang akhir tahun, pemerintah menilai penting untuk terus menjaga narasi optimisme agar pelaku ekonomi tetap percaya diri dalam meningkatkan belanja dan investasi. Sentimen positif ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi penguatan ekonomi tidak hanya pada kuartal IV, tetapi juga pada tahun-tahun mendatang.
(nng)
Lihat Juga :