Efisiensi Logistik Jadi Kunci Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Jum'at, 28 November 2025 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain gas, PLN EPI juga memperkuat ekosistem bioenergi melalui pengembangan aplikasi digital biomass marketplace yang menghubungkan pemasok, agregator, pemilik fasilitas produksi dan pembangkit listrik. Potensi bioenergi nasional mencapai 80-130 juta ton per tahun.
"Kebutuhan bioenergi PLN Group sekitar 10 juta ton. Platform digital ini didesain untuk mempermudah keterlibatan pemasok bioenergi termasuk kelompok tani lokal dan usaha kecil untuk meningkatkan efisiensi logistik, dan memastikan kualitas pasokan," imbuhnya.
Baca Juga: Gas Jadi Pilar Transisi Energi dan Keandalan Listrik Nasional
Rakhmad menambahkan bahwa percepatan efisiensi logistik energi perlu terus ditingkatkan. “Semakin cepat kita mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan standar logistik modern, semakin besar dampaknya bagi keandalan sistem pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Forum logistik ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi global dan penerapan teknologi seperti digital supply chain, automation, dan AI-based planning untuk memperkuat daya saing logistik Indonesia. Indonesia perlu mempercepat integrasi rantai pasok lintas moda, peningkatan standar keamanan, dan penggunaan data real time untuk menekan biaya logistik yang masih sekitar 14,3 persen dari PDB.
"Kebutuhan bioenergi PLN Group sekitar 10 juta ton. Platform digital ini didesain untuk mempermudah keterlibatan pemasok bioenergi termasuk kelompok tani lokal dan usaha kecil untuk meningkatkan efisiensi logistik, dan memastikan kualitas pasokan," imbuhnya.
Baca Juga: Gas Jadi Pilar Transisi Energi dan Keandalan Listrik Nasional
Rakhmad menambahkan bahwa percepatan efisiensi logistik energi perlu terus ditingkatkan. “Semakin cepat kita mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan standar logistik modern, semakin besar dampaknya bagi keandalan sistem pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Forum logistik ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi global dan penerapan teknologi seperti digital supply chain, automation, dan AI-based planning untuk memperkuat daya saing logistik Indonesia. Indonesia perlu mempercepat integrasi rantai pasok lintas moda, peningkatan standar keamanan, dan penggunaan data real time untuk menekan biaya logistik yang masih sekitar 14,3 persen dari PDB.
(nng)
Lihat Juga :