Sinar Hijau Ventures Lepas Ekspor Perdana 7 Ton Rempah ke Vietnam
Sabtu, 29 November 2025 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2023, SHV sebagai social enterprise aktif mendampingi petani kecil dan kelompok perhutanan sosial di Maluku melalui pelatihan panen, perbaikan pascapanen, penyediaan peralatan, hingga penerapan standar kualitas. Melalui inisiatif “Rimbawan Market” kolaborasi SHV, Yayasan Solidaridad, UNEP, Pemerintah Kanada, Balai Perhutanan Sosial Ambon, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, serta UPTD KPH Seram Bagian Barat hambatan tata niaga desa berangsur teratasi sehingga petani memperoleh akses pemasaran langsung dengan nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: Kasus Pelanggaran Ekspor Produk Turunan CPO, Kerugian Negara Rp2,8 Triliun
Dukungan juga datang dari UNEP melalui proyek TLGF. UNEP–TLGF Project Manager, Riska Efriyanti, menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak inisiatif usaha hijau seperti SHV yang mengedepankan keseimbangan antara bisnis, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan petani, termasuk pemberdayaan perempuan di Seram Bagian Barat. Ia berharap model rantai pasok berkelanjutan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak mengeksplorasi potensi agroforestri di Maluku.
Ekspor perdana ini menjadi titik awal penguatan posisi petani hutan dalam rantai nilai rempah Maluku. Dengan peningkatan mutu, perbaikan pascapanen, serta pengelolaan komoditas berbasis masyarakat, usaha rempah terbukti mampu mendorong ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan hutan. Ke depan, SHV menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan desa melalui prinsip ESG dengan menempatkan Maluku sebagai sumber rempah berkualitas yang dikelola secara beretika dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kasus Pelanggaran Ekspor Produk Turunan CPO, Kerugian Negara Rp2,8 Triliun
Dukungan juga datang dari UNEP melalui proyek TLGF. UNEP–TLGF Project Manager, Riska Efriyanti, menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak inisiatif usaha hijau seperti SHV yang mengedepankan keseimbangan antara bisnis, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan petani, termasuk pemberdayaan perempuan di Seram Bagian Barat. Ia berharap model rantai pasok berkelanjutan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak mengeksplorasi potensi agroforestri di Maluku.
Ekspor perdana ini menjadi titik awal penguatan posisi petani hutan dalam rantai nilai rempah Maluku. Dengan peningkatan mutu, perbaikan pascapanen, serta pengelolaan komoditas berbasis masyarakat, usaha rempah terbukti mampu mendorong ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan hutan. Ke depan, SHV menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan desa melalui prinsip ESG dengan menempatkan Maluku sebagai sumber rempah berkualitas yang dikelola secara beretika dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :